Maskapai Indonesia Dicekal, Wisatawan Eropa Naik

Kompas.com - 11/09/2008, 12:07 WIB

JAKARTA, KAMIS - Meskipun akses penerbangan Indonesia ditutup di Eropa, namun jumlah wisatawan mancanegera asal Eropa yang masuk ke Indonesia meningkat dibanding tahun lalu, menjadi sekitar 700.000 orang pada semester I 2008 ini. Jumlah wisatawan asal Eropa, tahun 2007 lalu hanya mencapai 600 ribu.

Demikian Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik saat jumpa pers Indonesia Tourism and Travel Fair atau ITTF 2008 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Kamis (11/9).

Penambahan itu kata Jero karena adanya dukungan penerbangan negara lain  seperti Qatar Airlines, Singapore Airlines dan sebagainya, yang dapat membawa wisatawan asal Eropa ke Indonesia. "Turis itu cari jalannya, kalau ingin ke sini bisa memakai penerbangan lain, pasti dilakukan," katanya.

ITTF 2008 berlangsung selama empat hari, dari tanggal 11 September - 14 September 2008 dan akan menggelar bermacam produk pariwisata dari daerah. Kegiatan ITTF ini digagas oleh Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Assosiation of Indonesian Tour and Travel Agent (Astika), Indonesian Congress and Convention Assosiation (INCCA).

Ketua PHRI Yanti Sukamdani mengatakan, dalam ITTF 2008 akan dihadiri 60 buyer dari 12 negara untuk melakukan deal business atau kontrak dengan sales  yang digelar dalam forum business to business atau business to consumer. Sebanyak 131 peserta ikut dalam ITTF 2008.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau