Mendag Sidak di Tanjung Priok

Kompas.com - 11/09/2008, 16:17 WIB

JAKARTA, KAMIS - Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu, Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi dan Tim Kelancaran Arus Barang Ekspor-Impor mengadakan inspeksi mendadak (sidak) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (11/9).

Sidak dilakukan untuk memantau kelancaran arus barang ekspor-impor. Setibanya di Pelabuhan Tanjung Priok, Mendag lantas melakukan inspeksi ke bagian impor-ekspor dan pelabuhan ekspor.

Dalam sidak tersebut, Mendag menilai ada dua masalah yang dihadapi Pelabuhan Tanjung Priok. "Saya rasa ada dua masalah disini. Memang ini kenyataan dari kondisi pelabuhan yang harus kita hadapi," katanya.

Masalah pertama, menurut Mari, luas pelabuhan yang tidak mencukupi untuk barang impor-ekspor yang dilaksanakan sehingga barang menumpuk dan terlalu padat. Hal ini juga menyebabkan arus impor-ekspor tidak lancar.

"Walaupun luas lahan tidak cukup, seharusnya kalau bisa memperbaiki manajemen dari arus barang seharusnya bisa mengurangi masalah," ujar Mari.

Masalah lainnya yakni lamanya proses pengurusan dan tarif barang ekspor-impor. Misalnya, untuk barang impor memakan waktu 8 hari. Padahal selama pengurusan berlangsung importir harus membayar demu rage (biaya sewa tempat di pelabuhan) sekitar 20-40 dollar AS per kontainer per hari.

Selain itu, importir juga harus membayar sewa gudang Rp 134.000 per kontainer per hari. "Begitu turun, harus menunggu 8 hari sampai bisa diperiksa di Graha (PT Graha Segara, perusahaan yang memeriksa barang ekspor-impor-Red). Jadi masalah arus barang memang harus dibenahi," ujarnya.

Lebih lanjut Mendag mengatakan akan membahas masalah tersebut dengan pihak Bea Cukai, Pelindo, Jakarta International Container Terminal (JICT), dan aparat pelabuhan hari ini juga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau