50.000 Kartu Jamkesmas Tak Bertuan di Palembang

Kompas.com - 11/09/2008, 16:35 WIB

PALEMBANG, KAMIS —Sebanyak 50.000 kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) di Palembang diketahui tidak bertuan sehingga menurut rencana akan dialokasikan untuk pemilik SKTM yang belum terdaftar sebagai peserta Jamkesmas.
     
Asisten bidang ekonomi pembangunan Pemkot Palembang Apriadi S Busri, Kamis (11/8), mengatakan, kartu-kartu itu menjadi tidak bertuan karena pemiliknya sudah pindah alamat dan atau meninggal dunia. "Kartu akan dialihkan kepada warga lain yang berhak menjadi peserta Jamkesmas," katanya. Menurut dia, sampai kini kartu tidak bertuan tersebut masih disimpan di kelurahan.
     
Aparat kelurahan pun telah diminta aktif mendaftarkan warga yang tidak masuk dalam kepesertaan Jamkesmas untuk menggantikan pemilik kartu yang sudah meninggal atau pindah alamat.
     
Sementara itu, kuota Jamkesmas untuk Kota Palembang sebanyak 465.695 jiwa yang sebelumnya dinyatakan sudah terisi penuh. Namun, sampai kini di sejumlah rumah sakit jejaring PT Askes masih ditemukan pemegang SKTM yang belum masuk database peserta Jamkesmas sehingga mereka yang sakit mesti mengurus surat jaminan dari pemerintah daerah untuk bisa berobat dengan biaya dari pemkot setempat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau