WINA, KAMIS - Harga minyak sedikit merosot meskipun terdapat keprihatinan pelaku pasar terhadap potensi Topan Ike yang dikhawatirkan dapat menganggu operasi penyulingan minyak di Teluk Meksiko. Penurunan harga minyak juga berlangsung meskipun terdapat kemerosotan inventaris minyak AS dan keputusan OPEC untuk memotong produksi hingga 500.000 barrel per hari.
Trend penurunan harga minyak ini merefleksikan kekhawatiran pasar terhadap terus melemahnya permintaan minyak karena melesunya ekonomi dunia dan menguatnya nilai dollar AS. Melemahnya nilai dollar AS menjadikan minyak kurang menarik untuk dijadikan tambang investasi di kalangan investor.
Kontrak pengiriman minyak mentah light, sweet untuk bulan Oktober mendatang turun 18 sen menjadi 102,40 dollar AS per barrel dalam transaksi di New York Mercantile Exchange menjelang sore hari waktu Eropa. Kontrak ini turun 68 sen serta ditutup pada 102,58 dollar AS per barrel dalam penutupan transaksi Rabu (10/9), nilai terendah sejak 1 April lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang