Amankan Jalur Mudik, Polda Jabar Siagakan 20.000 Personel

Kompas.com - 11/09/2008, 22:00 WIB

Laporan Wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

BANDUNG, KAMIS - Kepala Polda Jawa Barat Irjen (Pol) Susno Duadji menyatakan, pihaknya siap menghadapi lonjakan jumlah kendaraan yang diprediksi akan terjadi H-7 lebaran. Jalur mudik di kawasan Jawa Barat terbagi atas 3 jalur yaitu jalur utara, tengah dan selatan. Untuk mengamankan jalur mudik, Polda Jabar menyiagakan 2/3 kekuatan personelnya sejumlah 20.000 orang untuk disebar di seluruh titik jalur mudik.

"Untuk Polda ada tugas khusus kalau masa mudik seperti ini. Tapi, Polda juga mem-back-up, demikian juga Brimob yang akan meng-cover yang tidak tertangani oleh Polres. Selain itu, kita siapkan juga helikopter untuk memantau titik kepadatan, pasukan anti huru hara dan pasukan tembak," ujar Susno di Bandung, Kamis (11/9) malam.

Siaga 1 pengamanan akan dilakukan mulai tanggal 23 September mendatang hingga H+7 lebaran. Tiga jalur di Jabar yang biasa dilalui para pemudik, jalur utara yaitu Karawang-Subang-Indramayu-Kabupaten Cirebon-Kota CIrebon sampai ke Jawa Tengah. Jalur tengah meliputi Bogor-Bandung-Sumedang-Kadipaten hingga tembus ke Cirebon.

Sementara jalur selatan dari Bandung-Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar-Jawa Tengah. Hal-hal yang harus diwaspadai pemudik, jelas Susno, adalah titik-titik rawan kemacetan dan rawan kecelakaan. "Titik rawan kemacetan ada dua yaitu yang tradisional misalnya pasar tumpah dan yang kedia, bottle neck buatan, seperti perbaikan jalan yang belum jadi. Di sepanjang jalur pantura Jabar, ada 8 titik rawan kemacetan," kata Susno.

Sedangkan yang dimaksud rawan kecelakaan, di mana pemudik kurang waspada saat melintasi jalan yang mulus. Sebab, kecenderungannya pengemudi akan menambah kecepatan laju kendaraannya jika melintasi jalan mulus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau