Laporan Wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary
BANDUNG, KAMIS - Kepala Polda Jawa Barat Irjen (Pol) Susno Duadji menyatakan, pihaknya siap menghadapi lonjakan jumlah kendaraan yang diprediksi akan terjadi H-7 lebaran. Jalur mudik di kawasan Jawa Barat terbagi atas 3 jalur yaitu jalur utara, tengah dan selatan. Untuk mengamankan jalur mudik, Polda Jabar menyiagakan 2/3 kekuatan personelnya sejumlah 20.000 orang untuk disebar di seluruh titik jalur mudik.
"Untuk Polda ada tugas khusus kalau masa mudik seperti ini. Tapi, Polda juga mem-back-up, demikian juga Brimob yang akan meng-cover yang tidak tertangani oleh Polres. Selain itu, kita siapkan juga helikopter untuk memantau titik kepadatan, pasukan anti huru hara dan pasukan tembak," ujar Susno di Bandung, Kamis (11/9) malam.
Siaga 1 pengamanan akan dilakukan mulai tanggal 23 September mendatang hingga H+7 lebaran. Tiga jalur di Jabar yang biasa dilalui para pemudik, jalur utara yaitu Karawang-Subang-Indramayu-Kabupaten Cirebon-Kota CIrebon sampai ke Jawa Tengah. Jalur tengah meliputi Bogor-Bandung-Sumedang-Kadipaten hingga tembus ke Cirebon.
Sementara jalur selatan dari Bandung-Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar-Jawa Tengah. Hal-hal yang harus diwaspadai pemudik, jelas Susno, adalah titik-titik rawan kemacetan dan rawan kecelakaan. "Titik rawan kemacetan ada dua yaitu yang tradisional misalnya pasar tumpah dan yang kedia, bottle neck buatan, seperti perbaikan jalan yang belum jadi. Di sepanjang jalur pantura Jabar, ada 8 titik rawan kemacetan," kata Susno.
Sedangkan yang dimaksud rawan kecelakaan, di mana pemudik kurang waspada saat melintasi jalan yang mulus. Sebab, kecenderungannya pengemudi akan menambah kecepatan laju kendaraannya jika melintasi jalan mulus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang