KPU Diharap Segera Sosialisasi Soal Pemilu

Kompas.com - 11/09/2008, 22:36 WIB

JAKARTA, KAMIS - Dalam waktu yang terbatas ini Komisi Pemilihan Umum atau KPU diminta agar benar-benar melakukan sosialisasi semaksimal mungkin pada masyarakat mengenai berbagai hal terkait pemilu 2009.

Demikian dikatakan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto dalam rapat tertutup antara KPU dengan pemerintah dan Komisi II DPR RI, Kamis (11/9).

Dalam rapat tersebut, Mardiyanto yang mewakili pemerintah menggarisbawahi soal format surat suara. Diharapkan, format ini dapat memudahkan masyarakat dalam memberikan suaranya di pemilu 2009 nanti.

"Hal-hal yang masih rancu seperti format suara, dalam pertemuan ini sudah mengerucut pada satu desain dengan gambar partai berwarna, nama partai, nomor urut dan nama calon. Tapi keputusan akhir kan di KPU, jadi lihat saja nanti," ujarnya.

Ketua KPU, Abdul Hafiz Anshary menyatakan bahwa keputusan penentuan format suara maupun cara penandaan ada di tangan KPU sesuai amanat undang-undang.

"Kalau mengenai tata cara penandaan yakni dengan mencontreng pada logo parpol atau nomor urut calon atau nama calon. Tapi arahnya disosialisasikan supaya memilih calon, karena semangat demokrasinya di situ agar rakyat tahu yang dipilih, jangan milih partai," jelasnya.

Abdul menambahkan kalau memilih logo parpol tetap sah karena itu ada UU-nya. "Intinya, ada dua tahapan yang harus dilakukan KPU, pertama, menetapkan jumlah kursi yang diperoleh oleh parpol maka akan digabung orang yang memilih parpol saja dengan orang yang memilih nomor urut atau nama calon," jelas Abdul.

Kedua, setelah totalitas perolehan suara didapat maka untuk menentukan jumlah kursi yang diperoleh parpol diambil dari calon yang memenuhi perolehan suara sekurang-kurangnya 30 persen dari jumlah Bilangan Pembagi Pemilih (BPP).

"Kalau misalnya tidak ada karena semua suara memilih parpol maka ya nomor urut calon yang dipakai untuk menentukan," kata Abdul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau