YOGYAKARTA, JUMAT - Menjelang Lebaran, semua lini pelayanan di Kantor Pos meningkat. Peningkatan terjadi mulai dari surat-menyurat, layanan paket, hingga wesel pengiriman uang. Sebagian masyarakat masih menganggap pelayanan kantor pos lebih handal di banding yang lain.
Volume pengiriman paket barang, misalnya, mulai meningkat sejak awal September. Pengiriman barang dari dan ke Yogyakarta melonjak hingga lebih dari 30 persen. Volume pengiriman barang pada Lebaran tahun ini diperkirakan naik sebesar 60 persen di banding Lebaran tahun lalu.
Kepala Kantor Mail Processing Center (MPC) Yogyakarta Supriyadi mengatakan, saat ini pengiriman paket barang keluar Yogyakarta lebih banyak dibanding paket yang masuk. Sejak awal September, pengiriman barang ke luar Yogyakarta naik antara 300 500 paket per hari. Paket-paket itu antara lain berisi bahan sandang dan pakaian dari batik serta makanan khas Yogyakarta.
"Mungkin karena Yogyakarta produsen pakaian dan makanan, sehingga pengiriman paket lebih banyak yang keluar. Lagipula di Yogyakarta ada banyak pendatang," katanya, Kamis (11/9) saat ditemui di kantornya.
Peningkatan juga terjadi pada wesel. Jika biasanya hanya 700-an item per hari, saat ini naik menjadi 1.500-2.000 item. Pada puncaknya nanti, pelayanan wesel diperkirakan mencapai 6.000-an item. Untuk wilayah DIY, pengiriman paling banyak untuk wilayah Gunung Kidul.
Manajer Pemasaran Kantor Pos Besar Yogyakarta FX Widiharto mengatakan masih ada masyarakat yang belum familier dengan dunia perbankan. Mereka memilih mengirimkan uang lewat jasa pos. "Banyak yang mengatakan layanan wesel itu konvensional. Sebenarnya, ada hal yang bisa dipetik masyarakat bahwa kantor pos beda dengan bank. Tidak semua masyarakat paham ATM (anjungan tunai mandiri) dan transfer. Sisi kenyamanan di pos juga dinilai lebih. Mereka lebih familiar jika masuk ke kantor pos," katanya.
Kepala Kantor Pos Cabang Wonosari Julius Drajat yang dihubungi terpisah, mengatakan, membenarkan bahwa pengiriman wesel ke Gunung Kidul lebih besar dibanding empat kabupaten/kota lainnya di DIY. Mereka umumnya keluarga yang tinggal di perkotaan dan ingin mengirimkan uang untuk keperluan lebaran. "Pengiriman wesel sudah menunjukkan peningkatan, namun belum mencapai puncak. Nilai transaksi masih Rp 50-Rp 70 juta sehari. Pada puncaknya bisa mencapai Rp 200 juta per hari," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang