Pengiriman Barang Meningkat, Wesel Mendominasi

Kompas.com - 12/09/2008, 05:40 WIB

YOGYAKARTA, JUMAT - Menjelang Lebaran, semua lini pelayanan di Kantor Pos meningkat. Peningkatan terjadi mulai dari surat-menyurat, layanan paket, hingga wesel pengiriman uang. Sebagian masyarakat masih menganggap pelayanan kantor pos lebih handal di banding yang lain.

Volume pengiriman paket barang, misalnya, mulai meningkat sejak awal September. Pengiriman barang dari dan ke Yogyakarta melonjak hingga lebih dari 30 persen. Volume pengiriman barang pada Lebaran tahun ini diperkirakan naik sebesar 60 persen di banding Lebaran tahun lalu.

Kepala Kantor Mail Processing Center (MPC) Yogyakarta Supriyadi mengatakan, saat ini pengiriman paket barang keluar Yogyakarta lebih banyak dibanding paket yang masuk. Sejak awal September, pengiriman barang ke luar Yogyakarta naik antara 300 500 paket per hari. Paket-paket itu antara lain berisi bahan sandang dan pakaian dari batik serta makanan khas Yogyakarta.

"Mungkin karena Yogyakarta produsen pakaian dan makanan, sehingga pengiriman paket lebih banyak yang keluar. Lagipula di Yogyakarta ada banyak pendatang," katanya, Kamis (11/9) saat ditemui di kantornya.

Peningkatan juga terjadi pada wesel. Jika biasanya hanya 700-an item per hari, saat ini naik menjadi 1.500-2.000 item. Pada puncaknya nanti, pelayanan wesel diperkirakan mencapai 6.000-an item. Untuk wilayah DIY, pengiriman paling banyak untuk wilayah Gunung Kidul.

Manajer Pemasaran Kantor Pos Besar Yogyakarta FX Widiharto mengatakan masih ada masyarakat yang belum familier dengan dunia perbankan. Mereka memilih mengirimkan uang lewat jasa pos. "Banyak yang mengatakan layanan wesel itu konvensional. Sebenarnya, ada hal yang bisa dipetik masyarakat bahwa kantor pos beda dengan bank. Tidak semua masyarakat paham ATM (anjungan tunai mandiri) dan transfer. Sisi kenyamanan di pos juga dinilai lebih. Mereka lebih familiar jika masuk ke kantor pos," katanya.

Kepala Kantor Pos Cabang Wonosari Julius Drajat yang dihubungi terpisah, mengatakan, membenarkan bahwa pengiriman wesel ke Gunung Kidul lebih besar dibanding empat kabupaten/kota lainnya di DIY. Mereka umumnya keluarga yang tinggal di perkotaan dan ingin mengirimkan uang untuk keperluan lebaran. "Pengiriman wesel sudah menunjukkan peningkatan, namun belum mencapai puncak. Nilai transaksi masih Rp 50-Rp 70 juta sehari. Pada puncaknya bisa mencapai Rp 200 juta per hari," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau