Pedagang Pakaian Bekas Digilas Produk China

Kompas.com - 12/09/2008, 15:46 WIB

JAKARTA, JUMAT- Para pedagang pakaian bekas di Pasar Senen, Jakart Pusat, mengeluhkan sepinya pembeli akibat kalah bersaing dengan pakaian impor asal China.  "Sejak pakaian dari China masuk, sekitar tahun 2000, penjualan kita turun. Orang banyak yang pilih beli pakaian China. Soalnya murah," kata salah satu penjual pakaian bekas, Danang, di Jakarta, Jumat (12/9).

Menurut dia, harga jual pakaian baru impor asal China sangat rendah, sehingga pasaran pakaian bekas menjadi tersaingi. Harga jual pakaian China yang hanya hanya Rp30.000 sangat berpengaruh dengan harga jual pakaian bekas. "Pakaian bekas kita Rp 20.000 per potong, orang sepertinya lebih senang beli pakaian baru yang hanya selisih Rp10.000 per potong," ujar dia.

Sedangkan menurut pedagang pakaian bekas lainnya, Jafar, penurunan jumlah pembeli pakaian bekas juga semakin terasa sejak pusat perbelanjaan atau hypermarket melengkapi produknya dengan produk tekstil. 

"Ya harga jual mereka juga bersaing dengan pakaian bekas. Teman saya pun yang bekerja di salah satu hypermarket bilang kalau harga pakaian mereka tidak jauh beda dengan pakaian bekas yang saya jual," katanya. 

Sementara itu, menurut Lumbon, pedagang pakaian bekas lainnya, penjualan pakaian bekas pada minggu kedua bulan puasa kali ini lebih sepi dibanding minggu yang sama pada puasa tahun lalu.  Dia mengaku omzet penjualannya pada puasa tahun lalu bisa mencapai Rp 500.000 hingga Rp 2 juta per hari. Namun pada minggu kedua puasa kali ini penjualan hanya berkisar Rp 100.000 hingga Rp 500.000.

"Ada pengaruh juga memang dari kenaikan harga BBM bulan Mei lalu. Orang sekarang lebih senang membeli makan dulu dari pada membeli baju," ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau