SURABAYA, JUMAT - Pada hari raya lebaran mendatang, pertumbuhan jumlah penumpang di Bandar Udara Juanda diperkirakan mencapai lima hingga 10 persen. Puncak kepadatan penumpang diprediksi terjadi pada H-2 dengan kisaran volumen penumpang sebanyak 16.000 orang.
Demikian diungkapkan Asisten Manajer Tim Sistem Informasi Manajemen, Data, dan Laporan PT (Persero) Angkasa Pura I, Firstson M, di Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, Jumat (12/9).
"Arus mudik akan padat sekitar H-2 dan arus balik memuncak pada H+4. Diperkirakan, arus penumpang yang datang ke Surabaya lebih banyak dibandingkan yang meninggalkan Surabaya," ujarnya.
Untuk melayani para penumpang, PT (Persero) Angkasa Pura I menyiapkan sejumlah posko terpadu yang berada di ruang administrasi bandara. Posko tersebut akan dijaga petugas dari maskapai, bagian imigrasi, TNI Angkatan Laut, serta Polisi.
Meskipun jumlah penumpang diperkirakan naik sekitar lima hingga 10 persen. Namun, hingga saat ini belum ada penambahan jadwal keberangkatan pesawat.
"Kami berharap maskapai-maskapai yang ada segera melaporkan jadwal keberangkatan pesawat tambahan sehingga arus transportasi dan jadwal keberangkatan dapat segera diatur," kata Firstson.
Menurutnya, permasalahan klasik pada masa lebaran diperkirakan akan muncul kembali, seperti praktik pencaloan, tingginya arus penumpang, dan pertambahan volume parkir. Karena itu, pihak PT (Persero) Angkasa Pura I telah menyiapkan sejumlah spanduk dan sosialisasi agar para penumpang tidak membeli tiket di calo.
"Kami mengimbau melalui berbagai cara agar para penumpang tidak membeli tiket pada calo. Pembelian tiket pada calo akan merugikan konsumen sendiri karena baik biro perjalanan maupun pihak bandara tidak akan memberikan ganti rugi jika tiket tersebut tidak berlaku," ujanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang