Lebaran tak akan pernah lengkap tanpa kue-kue kering dan sajian kue klasik lainnya seperti tart atau tiramisu, makanan klasik asal Italia yang belum lama populer di Indonesia.
Sebenarnya kue-kue ini bisa saja hadir sepanjang hari tanpa perlu menunggu Lebaran. Namun, entah mengapa, dimensi waktu rasanya bisa memengaruhi rasa nikmat kue-kue kering itu. Mencicipinya ketika Lebaran rasanya lebih istimewa.
Kaastengel, nastar, putri salju, dan lidah kucing boleh dibilang jenis kue kering sepanjang masa yang tak lekang oleh waktu. ”Kue klasik tetap diminati karena unsur kangen. Orang ingat Lebaran ke rumah eyang, tante, kue-kuenya kan seperti itu. Jadi meski kue kering sudah macam-macam variasinya, kue-kue yang klasik tetap diminati,” kata Titi Handayani, pengusaha kue kering rumahan.
Titi yang sudah delapan tahun bergelut dengan usaha kue kering itu telah membuat 38 macam kreasi kue kering. Sebut saja blueberry cookies, havermot keju, mexicano cheese, kurma nut coco, mocacino kismis, hingga tart apel.
Itu tadi untuk jenis penganan ringan. Untuk yang lebih mengenyangkan, warga Jakarta dan sekitarnya biasa memilih aneka tart dan ice cake buatan toko yang sudah puluhan tahun melayani pelanggannya. Tart buatan toko roti Maison Benny di Jakarta Pusat dan toko roti Tivi di Jakarta Selatan, atau ice cake buatan Es Krim Baltic di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, yang sudah berdiri 69 tahun lalu. Apakah mau jenis kue klasik yang sudah sejak lama ada, tetapi di Indonesia baru sekitar 10 tahunan terakhir dikenal? Cobalah tiramisu.
Akan tetapi, harap diingat, biasanya toko-toko kue atau es krim tadi sudah menutup pesanan sekitar seminggu sebelum Lebaran. Anda yang berminat memesannya sebaiknya lakukan jauh-jauh hari.
Antaran
Kue tart, ice cake, atau tiramisu tak hanya cocok untuk dikonsumsi keluarga sendiri, tetapi sangat pantas untuk antaran Lebaran.
Ice cake buatan Baltic rasanya tak perlu lagi diungkapkan rasanya. ”Rasa cokelat atau buah-buahannya sangat kental walau tak legit. Khas banget, beda dengan ice cake buatan toko lain,” kata Titi, penggemar berat es krim atau ice cake produk Baltic.
Memang, Director Es Krim Baltic Mulya Setiawan terus berupaya menjaga rasa dengan tak menambah pengawet atau perasa. ”Kami tetap memakai cokelat bubuk seperti puluhan tahun lalu. Untuk buah-buahan, semua buah lokal tetapi saya selektif sekali,” tutur Setiawan.
Komitmen menjaga rasa dan melayani pelanggan sebaik-baiknya menjadi moto Setiawan yang mewarisi usahanya dari sang ayah, Mulya Santoso, asal Purwokerto, Jawa Tengah.
Budi Setiawan (46), pemilik toko roti Maison Benny, juga memiliki kiat tetap menjaga rasa kue yang resepnya khusus dari Belanda. Toko yang berdiri sejak tahun 1957 itu terkenal dengan roti tartnya yang tetap memakai bolu bukan cake. Jadi tekstur roti dalam kue tart Maison Benny terasa lebih kasar, tetapi lembut dan tak ada rasa menempel atau tertinggal di lidah.
Budi juga tak mau terjebak dalam fashion. ”Lagi pula pelanggan kami adalah pelanggan yang mengedepankan rasa. Kalau mau ke fashion, mereka pasti pergi ke toko lain. Bukan ke kami.”
Tiramisu
Bila ingin mencoba tiramisu, penganan manis asal Italia, boleh jadi akan teringat pula pada sosok Bara Pattiradjawane (44). Chef yang funky ini memang boleh dibilang sosok yang turut memopulerkan tiramisu di Jakarta. Bara memperoleh resep orisinal tiramisu pada tahun 1988 dari seorang ibu berkebangsaan Italia ketika dia tinggal di Eropa.
Setelah 20 tahun memegang resep orisinal itu, Bara justru ”memerkosa” habis-habisan resep tiramisu itu. Akibatnya, kini lahirlah 36 rasa dan aroma baru tiramisu. Tiramisu kontekstual ala Indonesia dengan campuran gula merah sampai durian!
Tiramisu kreasi Bara—yang kini mengusung nama Gula Goela—sungguh terasa surgawi. Krimnya terasa ringan dan manis yang tak berlebihan. Kandungan rum yang beralkohol pun tak mutlak. ”Kandungan rum itu pilihan. Kalau mau ditambahkan, tetapi jika tidak ya enggak ditambahkan,” kata Bara. Tiramisu durian mampu hadir di lidah dengan sangat mengesankan. Sungguh tak terkira rasa durian bisa muncul begitu elegan.
Bara mengatakan, meski jenis-jenis cake baru mampu membetot kepopuleran di Jakarta saat ini, tiramisu akan tetap bertahan lama. Sifatnya yang ringan dan membangkitkan kegembiraan menjadi alasannya.
Nah, jika bingung ingin memberi antaran Lebaran istimewa untuk kerabat, relasi, dan orang-orang tersayang? Kuelah pilihannya. (Sarie Febriane/Soelastri S/Clara Wresti)