Makanan "Baheula" Tetap Disuka

Kompas.com - 13/09/2008, 09:18 WIB
DI TENGAH serbuan kue baru yang lebih menggoda, kue, tart, atau es krim yang ada sejak zaman ”baheula” tetap di hati penggemarnya. Lebaran akan lebih berkesan karena banyak keluarga memilih menyajikan makanan klasik itu. Silaturahim lebih istimewa dengan kehadiran kue kering, tart, ice cake, atau tiramisu yang sedang naik daun itu.

Lebaran tak akan pernah lengkap tanpa kue-kue kering dan sajian kue klasik lainnya seperti tart atau tiramisu, makanan klasik asal Italia yang belum lama populer di Indonesia.

Sebenarnya kue-kue ini bisa saja hadir sepanjang hari tanpa perlu menunggu Lebaran. Namun, entah mengapa, dimensi waktu rasanya bisa memengaruhi rasa nikmat kue-kue kering itu. Mencicipinya ketika Lebaran rasanya lebih istimewa.

Kaastengel, nastar, putri salju, dan lidah kucing boleh dibilang jenis kue kering sepanjang masa yang tak lekang oleh waktu. ”Kue klasik tetap diminati karena unsur kangen. Orang ingat Lebaran ke rumah eyang, tante, kue-kuenya kan seperti itu. Jadi meski kue kering sudah macam-macam variasinya, kue-kue yang klasik tetap diminati,” kata Titi Handayani, pengusaha kue kering rumahan.

Titi yang sudah delapan tahun bergelut dengan usaha kue kering itu telah membuat 38 macam kreasi kue kering. Sebut saja blueberry cookies, havermot keju, mexicano cheese, kurma nut coco, mocacino kismis, hingga tart apel.

Itu tadi untuk jenis penganan ringan. Untuk yang lebih mengenyangkan, warga Jakarta dan sekitarnya biasa memilih aneka tart dan ice cake buatan toko yang sudah puluhan tahun melayani pelanggannya. Tart buatan toko roti Maison Benny di Jakarta Pusat dan toko roti Tivi di Jakarta Selatan, atau ice cake buatan Es Krim Baltic di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, yang sudah berdiri 69 tahun lalu. Apakah mau jenis kue klasik yang sudah sejak lama ada, tetapi di Indonesia baru sekitar 10 tahunan terakhir dikenal? Cobalah tiramisu.

Akan tetapi, harap diingat, biasanya toko-toko kue atau es krim tadi sudah menutup pesanan sekitar seminggu sebelum Lebaran. Anda yang berminat memesannya sebaiknya lakukan jauh-jauh hari.

Antaran

Kue tart, ice cake, atau tiramisu tak hanya cocok untuk dikonsumsi keluarga sendiri, tetapi sangat pantas untuk antaran Lebaran.

Ice cake buatan Baltic rasanya tak perlu lagi diungkapkan rasanya. ”Rasa cokelat atau buah-buahannya sangat kental walau tak legit. Khas banget, beda dengan ice cake buatan toko lain,” kata Titi, penggemar berat es krim atau ice cake produk Baltic.

Memang, Director Es Krim Baltic Mulya Setiawan terus berupaya menjaga rasa dengan tak menambah pengawet atau perasa. ”Kami tetap memakai cokelat bubuk seperti puluhan tahun lalu. Untuk buah-buahan, semua buah lokal tetapi saya selektif sekali,” tutur Setiawan.

Komitmen menjaga rasa dan melayani pelanggan sebaik-baiknya menjadi moto Setiawan yang mewarisi usahanya dari sang ayah, Mulya Santoso, asal Purwokerto, Jawa Tengah.

Budi Setiawan (46), pemilik toko roti Maison Benny, juga memiliki kiat tetap menjaga rasa kue yang resepnya khusus dari Belanda. Toko yang berdiri sejak tahun 1957 itu terkenal dengan roti tartnya yang tetap memakai bolu bukan cake. Jadi tekstur roti dalam kue tart Maison Benny terasa lebih kasar, tetapi lembut dan tak ada rasa menempel atau tertinggal di lidah.

Budi juga tak mau terjebak dalam fashion. ”Lagi pula pelanggan kami adalah pelanggan yang mengedepankan rasa. Kalau mau ke fashion, mereka pasti pergi ke toko lain. Bukan ke kami.”

Tiramisu

Bila ingin mencoba tiramisu, penganan manis asal Italia, boleh jadi akan teringat pula pada sosok Bara Pattiradjawane (44). Chef yang funky ini memang boleh dibilang sosok yang turut memopulerkan tiramisu di Jakarta. Bara memperoleh resep orisinal tiramisu pada tahun 1988 dari seorang ibu berkebangsaan Italia ketika dia tinggal di Eropa.

Setelah 20 tahun memegang resep orisinal itu, Bara justru ”memerkosa” habis-habisan resep tiramisu itu. Akibatnya, kini lahirlah 36 rasa dan aroma baru tiramisu. Tiramisu kontekstual ala Indonesia dengan campuran gula merah sampai durian!

Tiramisu kreasi Bara—yang kini mengusung nama Gula Goela—sungguh terasa surgawi. Krimnya terasa ringan dan manis yang tak berlebihan. Kandungan rum yang beralkohol pun tak mutlak. ”Kandungan rum itu pilihan. Kalau mau ditambahkan, tetapi jika tidak ya enggak ditambahkan,” kata Bara. Tiramisu durian mampu hadir di lidah dengan sangat mengesankan. Sungguh tak terkira rasa durian bisa muncul begitu elegan.

Bara mengatakan, meski jenis-jenis cake baru mampu membetot kepopuleran di Jakarta saat ini, tiramisu akan tetap bertahan lama. Sifatnya yang ringan dan membangkitkan kegembiraan menjadi alasannya.

Nah, jika bingung ingin memberi antaran Lebaran istimewa untuk kerabat, relasi, dan orang-orang tersayang? Kuelah pilihannya. (Sarie Febriane/Soelastri S/Clara Wresti)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau