Sengketa Pemkab Kutai Timur vs KPC Jalan Terus

Kompas.com - 13/09/2008, 13:23 WIB

SAMARINDA, SABTU - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) akan terus melanjutkan gugatannya terhadap PT Kaltim Prima Coal (KPC) di International Center for Settlement of Investment Disputes (ICSID). Gugatan tidak akan dicabut, meski pemkab kini sendirian setelah Pemprov Kaltim yang semula turut menggugat akhirnya menempuh jalan damai.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Kutai Timur Isran Noor, Sabtu (13/9). "Kami tetap lanjut dan tidak akan saya cabut gugatan itu. Soal Pemkab Kutim menjual 5 persen sahamnya di KPC tidak ada kaitannya dengan gugatan arbitrase."

Saham yang dijual menurut Isran adalah saham hibah yang diperoleh dari Bumi Resources (BR), bukan saham KPC. Sehingga sedikit pun tidak berkaitan dengan divestasi saham KPC. Sejauh ini KPC belum melakukan kewajibannya mendivestasikan sahamnya. Kewajiban itu mestinya sudah harus dilakukan paling lambat tahun 2001.

"KPC tidak memiliki itikad baik untuk mendivestasikan sahamnya. Dia (KPC) telah nyata-nyata langgar PKP2B. Oleh karena itu Pemkab Kutim menempuh jalur arbitrase setelah jalur hukum di dalam negeri maupun politik gagal. Padahal sudah ada kesepakatan harga dan persetujuan dari Pemerintah Pusat bahwa saham tersebut dijual kepada Pemerintah Pusat dan Pemda Kaltim, termasuk Pemkab Kutim," jelasnya.

Persidangan ICSID menangani gugatan Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutim sudah memasuki fase kedua. Sidang pertama digelar di London. Sidang kedua di Singapura, membahas yurisdiksi Pemda Kaltim untuk maju berpekara di depan ICSID.

Didi Dermawan, pengacara Pemda Kaltim, mengatakan, dirinya belum mendapat konfirmasi kapan sidang berikutnya akan digelar. Tapi pihak ICSID telah meminta deposit kepada penggugat maupun tergugat untuk pelaksanaan sidang berikutnya.

"Dengan demikian, sidang berikutnya tentu akan digelar. Kalau yurisdiksi ditolak, Tribunal ICSID tidak akan repot-repot untuk meminta lagi deposit untuk sidang berikutnya, melainkan akan langsung putuskan," tandas Didi optimis.(achmad bintoro)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau