JAKARTA, SABTU-Tahun depan Universitas Indonesia (UI) membuka Fakultas Kedokteran Timur. Fokus pendidikannya adalah pengobatan dengan memanfaatkan obar herbal seperti jamu.
Hal itu dikatakan Presiden Direktur Jamu Sido Muncul Irwan Hidayat usai penyerahan usai penyerahan sumbangan senilai Rp418,6 juta di kawasan Bone, Kupang, NTT, Sabtu (13/9).
Irwan mengatakan, selama ini jamu Indonesia kehilangan mata rantai, penghubung antara industri dengan konsumen. "Kalau farmasi rangkaiannya adalah industri, obat, dokter, dan konsumen," ungkapnya.
Sementara itu, menurut Irwan, jamu sudah begitu dikenal sebagian besar rakyat indonesia. Oleh karena itulah, penghubung yang diperlukan dalam kaitan seharusnya diberi nama "Pengobat". Kalau pengobat sudah makin progesional dan diakui, nama jamu otomatis makin dikenal pula oleh masyakarar banyak. "Ini yang akan membuat jamu indonesia bisa menyebar luar ke mancanegara," kata Irwan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang