Topan Ike Porak-Porandakan Pesisir Texas

Kompas.com - 14/09/2008, 08:09 WIB

GALVESTON, SABTU - Topan Ike memorakporandakan Texas tenggara, Sabtu (13/9), saat menghantam kota Galveston dan sekitarnya dengan kekuatan embusan 177 kilometer per jam (kategori 2). Ike menyebabkan banjir dan sejumlah kebakaran.

Belum bisa dipastikan seberapa besar kerusakan yang disebabkan topan Ike. Sampai semalam, televisi CNN menyebutkan, sedikitnya tiga orang tewas. Ike, pekan lalu, menyebabkan lebih dari 100 orang tewas saat menerjang negara-negara kepulauan di kawasan Karibia.

Angin kencang membuat gelombang pasang setinggi beberapa meter menerpa tanggul jalan raya di pesisir Teluk Meksiko. Banyak orang, yang terlambat mengungsi atau sengaja memilih tinggal di rumah, akhirnya meminta pertolongan agar dievakuasi.

Pusat topan menghantam pesisir di Galveston pada pukul 03.10. Sejauh ini dipastikan ribuan rumah terendam banjir, jalan-jalan di pesisir teluk tersapu gelombang, dan sejumlah kebakaran merebak tanpa bisa diatasi lokasi kebakaran sulit dicapai.

Kekhawatiran lebih pada ribuan orang yang menolak dievakuasi dan kini harus segera mendapat pertolongan karena rumah mereka tenggelam akibat banjir. ”Sungguh tidak menguntungkan, kami harus masuk dan menyelamatkan orang-orang yang tidak bijaksana (karena sebelumnya menolak dievakuasi) di tengah situasi sulit. Kami mungkin akan melakukan pencarian dan operasi pertolongan meluas, operasi yang belum pernah terjadi di Texas,” ujar Andrew Barlow, juru bicara Gubernur Texas Rick Perry.

Lebih dari 1,3 juta pelanggan listrik atau lebih dari 2,8 juta orang kehilangan pasokan listrik. Perusahaan pemasok listrik mengingatkan, diperlukan beberapa pekan sebelum semua jaringan diperbaiki.

Ketinggian gelombang pasang yang muncul kemarin mencapai 6 sampai 8 meter, setara gedung dua lantai. Petugas pemadam kebakaran membiarkan tiga gedung di Galveston terbakar karena kendaraan mereka tak bisa masuk akibat jalan tergenang air.

Genangan air setinggi hampir 2 meter terjadi di pusat kota Galveston. Mobil pemadam kebakaran dengan 22 personel bisa diselamatkan dari genangan air dan angin kencang setelah sebuah kapal tunda datang mengevakuasi mereka.

Pusat Badai Nasional AS menegaskan, topan Ike sudah melemah menjadi kategori 1, tetapi tetap meluluhlantakkan wilayah pesisir Texas dengan kekuatan embusan angin mencapai 145 kilometer per jam saat meninggalkan Galveston.

Pusat Badai Nasional AS di Miami mengatakan bahwa pusat topan Ike kini sedikit di timur laut Conroe, Texas, sekitar 65 kilometer utara Houston. Pusat topan bergerak ke utara dengan kecepatan 29 kilometer per jam.

Di sepanjang pesisir, topan mencabut pohon dengan akarnya, mengempaskan gelombang ke jalan raya, dan menggetarkan kaca jendela. Topan juga merobohkan tiang listrik, membuat jutaan orang melewatkan malam tanpa penerangan listrik.

Topan Ike merupakan topan berkekuatan besar pertama yang menghantam kawasan metropolitan AS sejak topan Katrina menghancurkan New Orleans, Louisiana, tahun 2005, menyebabkan sekitar 1.800 orang tewas.

Bagi Houston dan sekitarnya dengan hampir 5 juta penduduk, hantaman topan Ike ini merupakan yang pertama sejak topan Alicia melanda kota itu pada Agustus 1983. Alicia mendarat di Pulau Galveston, menewaskan 21 orang dan menimbulkan kerugian sebesar 2 miliar dollar AS.

Presiden AS George Walker Bush, Sabtu, menangguhkan sementara pembatasan impor bahan bakar minyak. Langkah ini sebagai tanggapan atas berhentinya aktivitas penyulingan minyak di Houston akibat hantaman topan Ike. Banyak industri minyak di Teluk Meksiko mengevakuasi semua pekerja dan menghentikan operasi.

Bush juga memerintahkan semua pejabat tinggi agar mengupayakan bantuan di daerah yang dihantam topan Ike. Menteri Keamanan Dalam Negeri Michael Chertoff diminta segera menuju lokasi bencana begitu kondisi cuaca memungkinkan. Bush tak ingin menuai kecaman saat lambat menanggapi korban topan Katrina.

90.000 orang merisaukan

Embusan angin dari topan Ike kemungkinan menghancurkan kaca-kaca dari gedung pencakar langit di Houston, kota nomor empat terbesar di AS setelah New York, Los Angeles, dan Chicago. Embusan angin dan hujan yang cukup kencang terjadi saat topan Ike melanda kota itu.

Sekalipun sekitar 1 juta orang yang bermukim di wilayah pesisir memilih evakuasi, otoritas mengatakan, ada 90.000 penghuni di tiga wilayah di pesisir tetap tinggal di daerah itu. Mereka dikhawatirkan telah menjadi korban banjir atau kebakaran.

Menjelang topan menghantam Galveston, petugas pemadam kebakaran menolong 300 orang yang berubah pikiran dan meminta dievakuasi. Mereka terpaksa diselamatkan lewat banjir yang sudah mulai menerpa.

”Kami tidak tahu bagaimana menemukan mereka. Kami berharap menemukan mereka masih dalam keadaan hidup dan baik,” ujar Wali Kota Galveston Lyda Ann Thomas soal 90.000 warga yang tinggal di pesisir.

Topan juga memorakporandakan wilayah seputar Pusat Luar Angkasa Johnson. Ribuan rumah dipastikan rusak terangkat topan Ike. Terlalu berbahaya bagi seseorang untuk berada di luar dengan kecepatan embusan yang terus bertambah.

Restoran Brennan’s, yang merupakan restoran terkenal di Houston, dilaporkan hangus dilalap api. Petugas pemadam kebakaran tak bisa berbuat banyak saat api berkobar hebat akibat embusan angin kencang. Restoran di pusat kota Houston itu sudah berusia empat dekade.

Lingkaran pusat angin topan Ike mencapai radius 966 kilometer, hampir seluas negara bagian Texas. Begitu besarnya luas topan Ike sehingga seluruh wilayah pesisir Texas di Teluk Meksiko dilanda gelombang pasang. Sebagian besar wilayah ini tak ada tanggul pelindung gelombang pasang. (Reuters/AFP/AP/ppg)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau