Angkutan Umum Tetap Beroperasi Selama Lebaran

Kompas.com - 14/09/2008, 08:20 WIB

JAKARTA, MINGGU - Dinas Perhubungan DKI Jakarta memerintahkan semua operator angkutan umum untuk tetap beroperasi selama libur Lebaran. Pergerakan masyarakat dalam Kota Jakarta dengan angkutan umum tidak boleh terganggu.

Kepala Subdinas Bina Usaha Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Hendah Sunugroho, Sabtu (13/9) di Jakarta, mengatakan, jumlah bus kota yang diizinkan untuk digunakan sebagai angkutan Lebaran ke luar kota akan sangat terbatas. Oleh karena itu, armada angkutan umum di dalam Kota Jakarta dipastikan tetap tersedia dalam jumlah memadai.

Hendah mengatakan, semua pemilik angkutan umum diminta mengatur operasi armadanya terkait dengan banyaknya sopir yang mudik. Hal itu dimaksudkan agar calon penumpang tidak telantar. Pengalaman pada libur Lebaran tahun-tahun sebelumnya, jumlah angkutan umum sangat sedikit. Kondisi itu menyulitkan warga yang hendak berpergian untuk berkunjung ke sanak saudara ataupun berwisata.

"Meskipun Jakarta menjadi jauh lebih sepi karena banyaknya pemudik, masih banyak penumpang yang membutuhkan angkutan umum. Biasanya masyarakat pada Lebaran butuh angkutan untuk mengunjungi saudara atau pergi ke tempat wisata," kata Hendah.

Selain angkutan umum konvensional, Dinas Perhubungan juga akan mengoperasikan bus transjakarta di semua koridor selama musim libur Lebaran.

Namun, jumlah bus yang beroperasi disesuaikan dengan jumlah penumpang yang menunggu di berbagai halte. Apabila jumlah penumpang sedikit, tuturnya, jumlah bus yang dioperasikan juga sedikit. Hal itu untuk menekan biaya angkutan yang dibayar pemerintah ke operator, di samping juga karena efisiensi.

Namun, khusus bus transjakarta yang melayani rute-rute ke tempat-tempat wisata yang ramai, seperti Ancol dan Ragunan, akan beroperasi secara normal seperti hari biasa. Tidak ada pembatasan agar semua calon penumpang bisa terangkut.

Angkutan malam

Sementara itu, untuk melayani penumpang dari arus balik yang datang ke berbagai stasiun atau terminal pada malam hari Dinas Perhubungan juga akan menyediakan angkutan malam hari. Semua operator angkutan umum diminta mengantisipasi kehadiran warga yang butuh angkutan pada malam dan dini hari.

Hendah mengatakan, operator diminta menyiapkan angkutan jika terjadi lonjakan kedatangan warga ke Jakarta pada malam hari. Armada angkutan ini tidak harus selalu ada di terminal dalam jumlah yang banyak, tetapi dapat dihadirkan jika dibutuhkan.

"Kasihan karena warga yang datang ke Jakarta pada malam hari sering memilih menginap di terminal atau stasiun sampai pagi hari. Hal itu yang menyebabkan angkutan malam hari sering tidak terpakai," kata Hendah.

Oleh sebab itu, dengan melihat berbagai pengalaman, angkutan malam yang dipersiapkan jumlahnya seperti angkutan malam hari biasanya. Namun, armada ini dapat ditambah sewaktu-waktu atas permintaan kepala terminal. (ECA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau