Sheva: Kekalahan Milan Kesalahan Pemain

Kompas.com - 15/09/2008, 03:21 WIB

GENOA, SENIN - Striker AC Milan, Andriy Shevchenko meminta publik tak mempersalahkan pelatih Carlo Ancelotti atas kekalahan timnya dalam dua pertandingan Liga Serie-A secara berturut-turut. Sebab, kesalahan sebenarnya ada pada diri pemain.

I Rossoneri kalah dari Bologna 1-2 dan Minggu (14/9) kalah 0-2 dari Genoa. Itu merupakan awal musim terburuk AC Milan sejak musim 1986-87. Milan kini berada di dasar klasemen Serie-A tanpa nilai, bersama Cagliari.

"Kekalahan (dari Genoa, Red) adalah kesalahan pemain. Ini memang masa-masa yang sulit dan kami harus berusaha tetap kompak, kemudian mencoba meraih kemenangan di pertandingan berikutnya. Sehingga, kami bisa kembali ke jalur yang benar," kata Shevchenko.

"Sangat menjebak untuk mengatakan apa yang hilang di tim kami saat ini. Tapi, sepertinya kami memang sedang menghadapi masa yang buruk," tambahnya.

Pada pertandingan lawan Genoa, Sheva tampil sejak awal bersama Ronaldinho. Namun, keduanya kemudian diganti oleh Ancelotti.

"Aku sudah berusaha mencari ruang agar temanku punya kebebasan. Tapi, pemain Genoa sangat bagus dalam menutup semua pergerakan kami," katanya.

Meski Sheva meminta publik lebih menyalahkan pemain, namun tekanan tetap diarahkan kepada pelatih Carlo Ancelotti. Dia terus dikabarkan terancam pemecatan, meski Wakil Presiden Adriano Galliani menyatakan posisinya sementara aman.

"Setelah pertandingan lawan Genoa berakhir, Ancelotti mengatakan kepada kami agar tetap kompak dan berusaha memenangkan pertandingan berikutnya sesegera mungkin. Dia orang yang membuat keputusan. Jika dimainkan, aku akan mencoba memberikan yang terbaik," janji Sheva. (CH4)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau