GENOA, SENIN - Striker AC Milan, Andriy Shevchenko meminta publik tak mempersalahkan pelatih Carlo Ancelotti atas kekalahan timnya dalam dua pertandingan Liga Serie-A secara berturut-turut. Sebab, kesalahan sebenarnya ada pada diri pemain.
I Rossoneri kalah dari Bologna 1-2 dan Minggu (14/9) kalah 0-2 dari Genoa. Itu merupakan awal musim terburuk AC Milan sejak musim 1986-87. Milan kini berada di dasar klasemen Serie-A tanpa nilai, bersama Cagliari.
"Kekalahan (dari Genoa, Red) adalah kesalahan pemain. Ini memang masa-masa yang sulit dan kami harus berusaha tetap kompak, kemudian mencoba meraih kemenangan di pertandingan berikutnya. Sehingga, kami bisa kembali ke jalur yang benar," kata Shevchenko.
"Sangat menjebak untuk mengatakan apa yang hilang di tim kami saat ini. Tapi, sepertinya kami memang sedang menghadapi masa yang buruk," tambahnya.
Pada pertandingan lawan Genoa, Sheva tampil sejak awal bersama Ronaldinho. Namun, keduanya kemudian diganti oleh Ancelotti.
"Aku sudah berusaha mencari ruang agar temanku punya kebebasan. Tapi, pemain Genoa sangat bagus dalam menutup semua pergerakan kami," katanya.
Meski Sheva meminta publik lebih menyalahkan pemain, namun tekanan tetap diarahkan kepada pelatih Carlo Ancelotti. Dia terus dikabarkan terancam pemecatan, meski Wakil Presiden Adriano Galliani menyatakan posisinya sementara aman.
"Setelah pertandingan lawan Genoa berakhir, Ancelotti mengatakan kepada kami agar tetap kompak dan berusaha memenangkan pertandingan berikutnya sesegera mungkin. Dia orang yang membuat keputusan. Jika dimainkan, aku akan mencoba memberikan yang terbaik," janji Sheva. (CH4)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang