TEXAS, SENIN - Pemerintah Amerika Serikat (AS) membutuhkan waktu delapan hingga sembilan hari untuk memulihkan rusaknya fasilitas kilang minyak di Texas akibat terjangan Badai Ike. Senator Kay Bailey Hutchison bahkan memperkirakan musibah ini akan mengancam pasokan bensin. AS dihantui krisis bensin.
Hutchison mendapat laporan dari Agen Penanggulangan Bencana Federal (FEMA) bahwa hampir semua kilang minyak rusak parah. "Kami membutuhkan sepekan atau delapan atau sembilan hari untuk memperbaiki kilang, jadi proses penyulingan minyak akan tersendat karena semua fasilitas rusak dan terendam air," kata Hutchison dalam wawancara dengan CBS, Minggu (14/9). "Ini akan dirasakan dalam beberapa pekan ke depan, kami kekurangan bensin jadi warga harus menyiapkan diri".
Sebelumnya, perusahaan minyak Chevron mengaku cemas dengan tersendatnya proses penyulingan minyak akibat Badai Ike. "Tidak mungkin bagi kami dan pabrik lain untuk mempertahankan pasokan secara normal dalam beberapa hari ke depan," bunyi pernyataan Chevron.
Sedikitnya 15 kilang minyak di Texas berhenti beroperasi, termasuk milik perusahaan minyak raksasa Exxon Mobil di Baytown. Badai juga menghentikan produksi minyak mentah di Teluk Meksiko, yang memasok seperempat total kebutuhan minyak AS. Para pengamat menilai Ike akan memicu melambungnya harga bensin, memicu krisis minyak terbesar bagi AS dalam tiga tahun terakhir.
Presiden George W Bush akan bertolak ke Texas, Selasa (16/8) untuk menyampaikan bela sungkawan kepada korban badai dan mendorong untuk pemulihan situasi. "Ini badai dahsyat dan saatnya warga untuk bangkit," katanya, meminta warga yang enggan mengungsi segera dievakuasi. Sejauh ini empat korban tewas di Texas dan Louisiana akibat badai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang