MALANG, SENIN - Sedikitnya 792 orang paramedis dan 98 orang dokter inti yang bertugas menyebar di 39 puskesmas di Kabupaten Malang, Jawa Timur, selama musim Lebaran 2008 dilarang libur ataupun cuti.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dr Agus Wahyu Arifin, Senin (15/9), mengakui, dokter dan paramedis tersebut akan berjaga 24 jam selama sekitar 16 hari, yakni H-7 hingga H+7 Lebaran.
"Kebijakan ini harus kami ambil untuk mengoptimalkan layanan, mengingat semua puskesmas yang ada di Kabupaten Malang beroperasi (buka) selama 24 jam karena semuanya sudah dilengkapi dengan unit gawat darurat," katanya.
Menurut Agus, setiap puskesmas memiliki tenaga inti (dokter dan perawat) 40-50 orang dan mereka wajib masuk selama 24 jam. Untuk mengantisipasi kecelakaan dan meminimalkan korban jiwa, pihaknya juga menambah ambulans di setiap puskesmas di sepanjang jalan protokol, masing-masing satu unit.
Puskesmas yang berlokasi di jalan-jalan protokol tersebut, di antaranya Puskesmas Singosari, Pakisaji, dan Kepanjen. "Kami berupaya maksimal memberikan layanan kepada masyarakat meski pada saat Lebaran," ujarnya.
Selain itu, katanya, pihaknya juga selalu melakukan koordinasi dengan pihak Palang Merah Indonesia (PMI) setempat terkait persediaan darah selama Lebaran sehingga meski bulan puasa pihaknya juga tetap menggalakkan kampanye donor darah.
"Kami berharap koordinasi dan kerja sama dengan PMI ini membuahkan hasil sehingga stok darah yang ada nanti mampu memenuhi kebutuhan pasien selama Lebaran," katanya.
Sementara itu, di Kota Malang untuk mengantisipasi kebutuhan darah semala Lebaran, PMI daerah itu menggelar aksi donor darah di masjid-masjid seusai shalat tarawih.