Arus Mudik & Persiapan Terminal Bus (1)

Kompas.com - 15/09/2008, 13:49 WIB

Tradisi mudik menjelang Lebaran selalu menjadi sorotan setiap tahun. Salah satu titik yang jadi serbuan pemudik adalah terminal bus. Seperti apa persiapan dua terminal besar di Jakarta menjelang arus mudik Lebaran tahun ini?

Kampung Rambutan:

Suasana di areal antarkota Terminal Bus Kampung Rambutan, Jumat, (12/9) tampak lengang. Beberapa petugas tiket bus tak terlihat sibuk menawarkan tiket pada calon penumpang. Jam dinding menunjukkan pukul 8.30 WIB.

Tak jauh dari deretan loket, seorang pria berseragam oranye mengecat kusen jendela sebuah bangunan. Inilah salah satu persiapan terminal seluas 14,01 ha tersebut menjelang arus mudik Idul Fitri 1429 H.

"Supaya penumpang nyaman, minimal ya ngecat-ngecat, mengatur jalur-jalur yang terlihat kusam dicat," jelas Kepala Terminal Bus Antarkota Kampung Rambutan Holil Effendi.

Holil melanjutkan, aparat terminal juga sudah jauh-jauh hari mengingatkan para pengusaha PO supaya menyiapkan kendaraannya agar laik jalan. Khusus untuk bis-bis non-ekonomi harus ada pemecah kaca atau martil dan pemadam kebakaran sebagai antisipasi bila terjadi keadaan darurat dalam bus. Selain itu, bagi pengusaha bis yang memiliki bus cadangan, Holil mengimbau agar bus-bus tersebut siap diperbantukan bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Terminal Kampung Rambutan juga akan menyiapkan posko terpadu mulai H-10. Posko ini terdiri dari instansi-instansi terkait seperti kepolisian dan TNI untuk memberikan pengamanan selama arus mudik berlangsung. Bahkan, di terminal yang diresmikan tahun 1992 ini akan ada tes urin bagi para pemudik yang akan berangkat.

"Pelaksanaannya H-7. Kerja sama dengan Pemda DKI, Polda, dan PT Jasarahardja," ujar Holil.

Terminal yang diresmikan oleh Gubernur Jakarta Wiyogo Atmodarminto pada 1992 ini mayoritas melayani trayek wilayah Jawa Barat. Holil mengungkapkan, trayek yang paling padat penumpang di terminal yang dipimpinnya itu adalah Karang Pucung, Tasik, Garut, dan Banjar.

Mengenai puncak keberangkatan, Holil memperkirakan jatuh pada H-4, yakni pada tanggal 27 Agustus. Dilihat dari data dua tahun terakhir, grafik peningkatan pemudik cenderung naik. Tahun lalu, tercatat Terminal Kampung Rambutan memberangkatkan 258.562 penumpang dengan bus berjumlah 10.875. Jumlah penumpang tersebut naik sebesar 13, 84% dari tahun 2006.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau