Penyebab Suhu Mesin Panas

Kompas.com - 15/09/2008, 14:05 WIB

 

Paling menyebalkan, saat asyik berkendara, mendadak suhu mesin meninggi. Apalagi gejala itu terjadi kala lagi dalam perjalanan mudik ke kampung halaman. Lebih bahaya, tanpa disadari pengemudi terus menjalankan mobil hingga sampai mesin macet.

Sebenarnya, gampang menandai gejala suhu mesin panas. Tarikan atau akselerasi terasa berat. Lalu, ketika meluncur normal dan setiap akan menambah kecepatan muncul suara ngelitik di mesin.

Bisa jadi, sumber penyababnya terjadi kebocoran pada sistem pendingan mesin. Apalagi usia kendaraan sudah tua. Dengan informasi di bawah ini, mungkin Anda bisa memeriksa pada kendaraan Anda.

Slang Radiator
Perangkat ini memang terlihat remeh, sehingga banyak pemilik mobil mengabaikannya. Padahal, fungsi komponen dari bahan karet ini cukup besar. Bocor sedikit, bikin suhu tinggi. kebocoran disebabkan kondisi slang mengeras, karena faktor usia. jika dibiarkan menimbulkan keretakan di permukaan karet dean mudah sobek. Cepat ganti baru. Kalau kondisi masih bagus, kemungkinan pengikatnya kendur.

Tali Kipas dan Radiator
kedua perangkat ini sama-sama memiliki fungsi vital. Kerjanya pun saling berkaitan. Contoh, bila tali kipas kendur menyebabkan putaran kipas lemah dan tak maksimal. Akibatnya, suhu radiator tinggi karena tak mendapast embusan angin yang keras dari kipas. terlebih buat kendaraan yang dilengkapi AC.
Pengecekannya, periksa ketegangan tali kipas. Kondisi harus baik dan bebas dari keretakan. Terutama bagian dalam yang bergesekan langsung dengan puli. Sedang radiator, periksa apakah ada rembesan atau kebocoran.

Tutup Radiator
Bila kerapatan tutup tidak sempurna, menyebabkan uap dalam radiator menyelinap ke luar. Otomatis, volume air di dalamnya berangsur-angsur kurang, menyebabkan panas mesin naik.

Pompa Air
Fungsinya menjaga sirkulasi air dari radiator ke dalam mesin. Jika putarannya mengalami ganggguan, bisa menimbulkan kebocoran pada pompa atau suplai air kurang. Adakalnya pompa air mengnalami gangguan kebocoran. Faktornya, bisa disebabkan dari kondisi laher atau karet silnya.

Termostat
Perangkat ini berfungsi mengukur suhu air dalam radiator. Sistem kerjanya, pda suhu tertentu akan membukakan pintu untuk mengalirkan air dari radiator ke mesin. Kebanyakan di negara tropis, perangkat ini ytak dipakai. Karena suhu temperatur mesin cepat naik, sehingga memerlukan pendinginan air radiator lebih cepat.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau