Lo Monaco: Tutup Mulutmu, Mourinho!

Kompas.com - 15/09/2008, 18:36 WIB

MILAN, SENIN - Mulutmu adalah harimaumu! Ungkapan yang menganjurkan kepada setiap orang agar hati-hati dalam bertutur-kata, karena pernyataan kita bisa "menerkam" diri sendiri, tampaknya tidak dihiraukan oleh Jose Mourinho.

Seperti ketika masih di Premier League di mana dia mendapat banyak musuh karena kata-katanya sendiri, Mourinho juga sudah mendapat musuh di Italia. Kali ini dia membuat direktur olahraga Catania, Pietro Lo Monaco, geram menyusul komentarnya setelah laga hari Sabtu (13/9) di San Siro.

Pada pertandingan tersebut, Inter yang bermain dengan 10 orang sejak menit ke-45 sangat kesulitan mencetak gol. Bahkan, mereka perlu "kebaikan" Cristian Terlizzi, yang membuat gol bunuh diri sehingga Inter akhirnya bisa mendapatkan poin penuh berkat kemenangan 2-1.

Namun Mourinho yang sebelum laga itu berjanji Inter akan menang besar mengklaim, seharusnya Nerazzurri bisa menang 5-1. Tak ayal, Lo Monaco marah dan merasa mantan manajer Chelsea tersebut terlalu sombong.

"Orang yang mengatakan bahwa mereka tidak menghormati musuh-musuhnya, termasuk pelatih atau negara, adalah dia (Mourinho,red)," ungkap Lo Monaco kepada Radio Anch'io Sport, Senin (15/9).

"Saya seharusnya tak pantas turun ke levelnya, namun saya akan mengatakan bahwa kita tidak akan dimenangkan oleh kata-katanya yang halus dan karena itu, dia harus belajar untuk menahan lidahnya," tambah sang direktur olahraga.

Bahkan Lo Monaco menandaskan, Mourinho yang dikenal dengan sebutah The Special One itu perlu sebuah pukulan di mulutnya sehingga dia tak banyak berkoar.

Tak hanya persoalan Mourinho. Hubungan antara Inter dan Catania semakin buruk lagi setelah Sulley Muntari menyangkal bahwa dirinya tak melakukan kontak dengan Giacomo Tedesco--gelandang Inter tersebut dikartumerah karena pelanggaran tersebut terhadap Tedesco.

Ini yang membuat Lo Monaco kembali berkomentar. Menurutnya, Muntari seharusnya tak perlu membela diri lagi karena hampir semua orang sudah tahu apa dan siapa dirinya.

"Semua orang sudah tahu Muntari. Tindakannya seperti itu bukanlah hal yang baru," pungkas Lo Monaco. (CH4/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau