Listrik Sering Padam, Pompa Air PDAM Kupang Rusak

Kompas.com - 15/09/2008, 23:29 WIB

KUPANG, SENIN-Akibat sering  padamnya  listrik milik PT PLN Kupang, tiga unit mesin  pompa air  milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kupang, rusak. Mesin pompa air tersebut, masing-masing terletak di Kelurahan Alak, Kelurahan Nunbaun Sabu dan Desa Oenesu.

Hal ini disampaikan Kepala Distribusi Air Wilayah Lima  PDAM Kupang,Yulius Manu, saat ditemui di lokasi sumur bor di  Jalan Sangkar Mas, Kelurahan Nunbaun Sabu, Senin (15/9/2008).

Manu menjelaskan, akibat  rusaknya tiga mesin pompa itu, masyarakat  mengeluh kekurangan air. Sumur bor yang ada di  Jalan Sangkar Mas, Kelurahan Nunbaun Sabu, ini rusak sejak awal Agustus lalu. Saat ini,  kata dia, baru diperbaiki karena peralatan mesin pompa ini baru  didatangkan dari Pulau Jawa.

Selama ini, kata Manu, sumur bor digunakan untuk melayani kebutuhan air minum di  Nunbaun Sabu, Kampung Maleset, Kelurahan Namosain dan sebagian wilayah Kelurahan Alak.

Ditanya kapan  pekerjaan sumur  yang rusak tuntas, Manu mengatakan, akan  diselesaikan hari  Senin (15/9/2008). Manu menambahkan, kedalaman sumur bor ini 44 meter, sedangkan tinggi air dari permukaan tanah  dua meter.
Pengamatan Pos Kupang, beberapa orang petugas PDAM sedang  menurunkan peralatan untuk memperbaiki sumur bor itu. (DEN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau