NEW YORK, SENIN - Pasar saham Wall Street kembali terpuruk, pada perdagangan Senin (15/9) waktu setempat, setelah kebangkrutan bank investasi Lehman Brothers memicu kekhawatiran berita lebih buruk untuk sektor keuangan dan ekonomi.
Indeks saham blue-chip Dow Jones Industrial Average jatuh di bawah 11.000 dengan merosot 4,42 persen menjadi 10.917,51, penurunan satu hari terbesar sejak pembukaan kembali setekah serangan teroris September 2001.
Indeks komposit Nasdaq menyusut 3,60 persen menjadi 2.179,91 dan indeks Standard & Poor’s 500 jatuh 4,71 persen menjadi 1.192,70.
Para investor panik karena ketidakpastian dampak jatuhnya Lehman, sebuah perusahaan yang mempunyai kekuatan di Wall Street dan berhubungan dengan seluruh perusahaan-perusahaan keuangan lainnya.
Penjualan darurat rivalnya di Wall Street, Merrill Lynch kepada Bank of America dan kekhawatiran kemungkinan jatuhnya raksasa asuransi American International juga menambah kegelisahan.
"Keputusan Lehman Brothers mengajukan kebangkrutan dan kekhawatiran krisis kredit dapat mengklaim American International Group sebagai korban terakhir memicu kecemasan di Wall Street," kata para analis Charles Schwab & Co. dalam sebuah catatan kepada para nasabahnya.
"Pembelian Merrill menunjukkan masalah-masalah yang tersembunyi dan akan lebih banyak perusahaan yang akan menemui nasib serupa dengan Lehman," tambahnya.
Sementara bank-bank sentral, dipimpin oleh Federal Reserve AS, menyuntikan puluhan miliar dollar AS ke dalam sistem keuangan untuk menghadang setiap "rush" (penarikan dana besar-besaran) likuiditas karena para investor menarik uangnya keluar dari saham dan mencari tempat yang aman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang