JAKARTA, SELASA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan, Selasa (16/9), menerima tim renegosiasi kontrak gas alam cair (LNG) Tangguh yang telah diputuskan dalam keputusan presiden.
Tim renegosiasi LNG Tangguh terdiri atas sembilan orang yang diketuai oleh Plt Menko Perekonomian, Sri Mulyani Indrawati. Dua menteri lain, yaitu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro serta Meneg BUMN Sofyan Djalil berperan sebagai narasumber dalam tim tersebut.
Sebagai sekretaris, yaitu Sekretaris Menko Perekonomian, sedangkan anggota terdiri atas empat orang, yaitu Dirjen Minyak dan Gas Bumi Evita Legowo, Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi R Priyono, Komisaris PT Pertamina Umar Said, serta Duta Besar RI untuk China Sudrajat.
Pemerintah telah memutuskan melakukan negosiasi ulang kontrak LNG Tangguh dengan Pemerintah China karena harga yang tercantum di dalam kontrak yang dibuat pada 2004 dinilai terlalu rendah dan merugikan pemerintah dalam kondisi harga minyak dunia saat ini.
Menurut Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa, tim tersebut pada Selasa pukul 10.00 melapor kepada Presiden.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang