JAKARTA, SELASA - Fit and proper test calon Kapolri terhadap calon tunggal Bambang Hendarso yang rencananya akan diselenggarakan sebelum Hari Raya Lebaran ini dinilai cuma sebagai formalitas. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi III dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (F-PKB), Nursjahbani Katjasungkana, sebelum rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (16/9).
"Ini sebetulnya enggak fair karena (Bambang Hendarso) satu-satunya calon sehingga kita seperti disudutkan untuk memilih satu ini saja. Seperti formalitas saja," ujar Nursjahbani.
Namun, menurut Nursjahbani, Fraksi PKB akan mengikuti prosedur yang ada hingga fit and proper test dilakukan. Nursjahbani mengatakan pastilah Presiden Susilo telah memiliki berbagai pertimbangan, baik berdasarkan evaluasi internal Polri maupun rekam jejak kepangkatan Hendarso.
"Yang penting komitmen yang disampaikan Hendarso di depan komisi III nanti. Apakah dia akan tetap berupaya memberantas korupsi internal, tentu saja juga korupsi pada umumnya. Termasuk ilegal logging yang sampai sekarang belum tuntas, juga narkoba dan perjudian," ujar Nursjahbani.
Hal krusial yang juga harus disampaikan Hendarso adalah komitmennya untuk melanjutkan reformasi di tubuh Polri. Jika hal itu tak dapat dikomitmenkan, maka menurut Nursjahbani sulit untuk menyelesaikan isu-isu besar lainnya. Ia juga akan mengingatkan Hendarso soal pengarusutamaan gender di tubuh Polri. "Jumlah polwan masih belum terlalu banyak," tandasnya.
Sementara itu, Anggota Fraksi PDI-P Gandjar Pranowo mengatakan PDI-P sebagai fraksi oposisi akan tetap mengikuti prosedur fit and proper test. Jika nanti hasilnya ternyata tidak memuaskan, Gandjar mengatakan pemerintah harus menyiapkan alternatif calon lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang