JAKARTA, SELASA - Sentimen negatif meniup perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia hingga indeks sempat menyentuh ke bawah psikologis 1.600. Merahnya Indeks Harga Saham Gabungan ini mengikuti jebloknya mayoritas bursa saham regional.
IHSG Selasa (16/9) pagi akhirnya ditutup melorot 77,960 poin (4,53 persen) menjadi 1.641,294, setelah sempat terbenam di 1.592.243. Sedangkan indeks Kompas100 melemah 18,243 poin (4,43 persen) pada 393,874, indeks LQ45 turun 15,521 poin (4,57 persen) ke posisi 323,782, serta Jakarta Islamic Index berkurang 15,937 poin (6,02 persen) menjadi 248,676.
Saham-saham sektor perkebunan dan pertambangan yang melorot 11,26 persen dan 10,58 persen, memimpin terpuruknya anjlok indeks di zona merah. Sementara saham-saham miscellaneous industry menjadi satu-satunya sektor yang berada di zona hijau dengan naik 2,32 persen.
Sebanyak 177 saham turun mendominasi perdagagang sesi pagi, dibandingkan hanya 11 saham naik dan 24 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 2,348 miliar saham dengan nilai Rp 2,742 triliun dari 40.532 kali transaksi.
Saham-saham yang menyeret indeks di zona merah dan terpuruk di top lossers antara lain, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 2.550 ke Rp 17.150. Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 1.500 ke Rp 10.700. Bata (BATA) turun Rp 1.250 ke Rp 19.500. HM Sampoerna (HMSP) turun RP 1.200 ke Rp 9.500. Serta PT Bukit Asam (PTBA) turun Rp 700 ke Rp 8.300.
Sementara saham yang bertahan di top losser Astra International (ASII) naik Rp 700 ke Rp 15.900. BCA (BBCA) naik Rp 75 ke Rp 2.727. Serta Alumindo Light Metal Industry (ALMI) nak Rp 30 ke Rp 700.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang