Laporan Wartawan Kompas Suhartono
JAKARTA, SELASA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, Selasa (16/9) ini Tim Renegosiasi Kontrak Tangguh yang dipimpin Pelaksana Tugas Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati secara resmi sudah mulai bekerja. Namun, Tim Renegosiasi Kontrak Tangguh, ujar Presiden, agar jangan banyak bicara, tetapi justru banyak bekerja.
Hal itu disampaikan Presiden Yudhoyono di Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa siang. Selain dihadiri Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, juga dihadiri oleh hampir semua menteri kabinet, terkecuali Menko Kesra Aburizal Bakrie.
"Saya harapkan jalankan tugas sebaik-baiknya. Sedikit bicara, tetapi banyak bekerja. Jangan terlalu gaduh. Akan tetapi supaya kontrak itu diperbaiki untuk kepentingan negara kita. Juga untuk kepentingan saudara kita di Papua (lokasi proyek Tangguh)," ujar Presiden.
Sebelumnya, Presiden Yudhoyono mengadakan pertemuan untuk pertama kalinya dengan Tim Renegosiasi Tangguh. Tim dipimpin Sri Mulyani Indrawati. Hadir pula Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil yang ditunjuk menjadi narasumber tim tersebut.
Juga hadir Sekretaris Menko Perekonomian Eddy Abdurachman yang ditunjuk menjadi Sekretaris Tim serta sejumlah anggota tim, di antaranya Dirjen Migas Evita Legowo, Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas (BP Migas) R Priyono, dan Komisaris (PT) Pertamina Umar Said. Salah satu anggota tim renegosiasi juga adalah Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh China.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang