Gandeng PCCW, Telkom Kembangkan IPTV

Kompas.com - 16/09/2008, 15:57 WIB

JAKARTA, SELASA - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) akan mengembangkan layanan televisi kabel berbasis Internet Protocol Televisi (IPTV) bekerja sama dengan PCCW, perusahaan telekomunikasi berbasis di Hongkong.
    
"Nota kesepahaman (MoU) sudah dilakukan awal September dan diharapkan akhir November sudah closing," kata Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah saat mendampingi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil sebelum rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Selasa (16/9).
    
Ia menjelaskan, pengembangan layanan yang memadukan jaringan kabel telepon milik Telkom dan satelit itu akan dilakukan melalui anak perusahaan, yaitu TelkomVision.
    
TelkomVision sendiri saat ini sudah menggelar layanan televisi berbayar (pay TV) yang hanya memancarkan siaran dari berbagai televisi teresterial di dunia. "Dengan IPTV layanan TelkomVision akan lebih luas, yaitu memberi layanan berbasis kabel optik dan satelit," katanya.
    
PCCW merupakan perusahaan pertama di dunia yang mengembangkan IPTV sehingga diharapkan dapat memberi kontribusi dari sisi teknologi. "Kita menargetkan IPTV Telkom tersebut bisa beroperasi (launching) pada awal 2009," katanya.
     
Meski begitu, Rinaldi tidak bersedia menyebutkan nilai proyek kerja sama dengan PCCW yang merupakan anak perusahaan dari konglomerat Hongkong, Li Ka Shing.
    
Ia hanya menyebutkan nilainya masih dihitung dan baru diketahui setelah memasuki tahapan penyampaian rencana kerja atau setelah ada definitive agreement. "Awalnya modal kerja tidak terlalu besar karena Telkom telah memiliki infrastruktur berupa kabel optik," katanya.
    
Rinaldi menambahkan, kalaupun ada investasi untuk pengembangan akan dialokasikan dari capex Telkom 2008 yang mencapai sekitar Rp 13 triliun.
    
Terkait rencana perseroan mengakuisisi televisi teresterial yang sudah beroperasi di Indonesia, Rinaldi mengatakan, "Baru tahapan kajian dari konsultan".
    
"Rencana akuisisi TV teresterial memang masuk kajian, tetapi belum tentu masuk dalam rencana kerja Telkom tahun 2009 karena harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan dan industrinya," kata Rinaldi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau