Tiga Hektar Hutan Gunung Agung Terbakar

Kompas.com - 16/09/2008, 17:47 WIB

 

DENPASAR, SELASA - Kebakaran melanda tiga hektar kawasan hutan semak di punggung timur laut Gunung Agung, Karangasem, Bali. Pemerintah Kabupaten Karangasem berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional Bali untuk melokalisir dan memadamkan api. Namun, kedua upaya itu terkendala relatif tingginya lokasi kebakaran.

Bupati Karangasem Wayan Geredeg yang dihubungi di Denpasar, Selasa (16/9) mengungkapkan, pusat kebakaran berada di ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut, meliputi wilayah Kecamatan Kubu dan Abang.

Penduduk di desa terdekat mulai melihat api Sabtu (13/9) pekan lalu. "Sembari memadamkan dengan peralatan sederhana secara manual, kami saat ini fokus melokalisir api dengan cara mem buat parit-parit di sekitar api sehingga api tidak menjalar," kata Geredeg.

Namun, upaya itu terlihat kurang maksimal. Seperti diakui Geredeg, terbukti dari gambar video yang diambil aparat Pemkab Karangasem menggunakan helikopter milik Polda Bali kemarin, api terlihat telah meluas, namun masih berada di kawasan hutan semak. Titik api terlihat meliputi hutan semak bagian barat Desa Tulamben, sebelah barat Desa Kubu Juntal, dan wilayah hutan Daya, Kubu.

Koordinasi dengan Basarnas tengah dilakukan, terutama terkait pengadaan alat-alat pemadam api dari udara. "Kami akan menggunakan Helikopter Basarnas dalam satu-dua hari ini untuk memadamkan api," kata Geredeg.

Ketua Basarnas Bali Ketut Parwa menyatakan, sejumlah petugas Basarnas yang bertugas di Karangasem akan segera ditambah personel dari Denpasar. Mereka akan bekerja sama dengan aparat Pemkab Karangasem, serta anggota Polres Karangasem.

Soal asal-muasal api, Geredeg membantah bahwa api muncul akibat dari aktivitas warga, khususnya pembukaan lahan. Ia menyatakan, kawasan yang terbakar itu merupakan hutan semak yang sangat kering di musim kemarau seperti saat ini, berbatu, dan selama ini tidak pernah menjadi tempat aktivitas warga. Api diperkirakan muncul akibat panas sinar matahari yang bergesekan dengan semak-semak kering.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau