JAKARTA, SELASA - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengimbau warga Jakarta menyalurkan zakat melalui badan amil dan tidak membagikan secara massal. Tragedi tewasnya 21 orang saat pembagian zakat di Pasuruan tidak boleh terulang di Jakarta.
Pembagian zakat melalui badan amil lebih terkoordinasi dan meminimalkan desak-desakan antarwarga. "Dengan cara ini, tragedi Pasuruan tidak akan terulang di Jakarta," kata Fauzi, Selasa (16/9) di Balaikota DKI Jakarta.
Namun, kata Fauzi, jika warga tetap ingin membagikan zakat secara langsung, mereka harus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan kelurahan setempat. Koordinasi diperlukan agar massa dalam jumlah besar dapat dikendalikan dengan tertib.
Fauzi mengatakan, semua jajaran pemerintahan, dari Kelurahan sampai sekretaris daerah sudah diperintahkan untuk mengawasi pembagian zakat secara massal. Setiap pembagian zakat secara massal harus dijagai oleh petugas Dinas Ketentraman dan Ketertiban.
Di Jakarta, pembagian zakat yang mengakibatkan tiga orang meninggal pernah terjadi pada November 2003 di pasar Minggu. Saat itu, warga berebut beras, sarung, dan uang Rp 20.000.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang