Tes Urine Bagi Sopir di Terminal

Kompas.com - 16/09/2008, 19:32 WIB

JAKARTA, SELASA - Dinas Perhubungan dan Polda Metro DKI Jakarta menyiapkan tes urine di terminal untuk memeriksa para sopir yang bertugas selama arus mudik. Setiap pengemudi yang mengkonsumsi obat terlarang dan alkohol dilarang mengendarai bus untuk mengantar pemudik.

Kepala Subdinas Bina Usaha Angkutan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Hendah Sunugroho, Selasa (16/9) di Jakarta Pusat mengatakan, tes urine itu akan dilakukan secara acak kepada para pengemudi bus dari luar kota dan dan pengemudi bus-bus cadangan tujuh hari menjelang lebaran. Tes urine dimaksudkan untuk meminimalisasi tingkat kecelakaan akibat pengemudi yang tidak sigap.

Perusahaan otobus diharapkan juga turut mendisiplinkan pengemudinya agar tidak mengkonsumsi bahan-bahan yang dapat mengganggu konsentrasi. "Selain itu, penggunaan pengemudi yang belum berpengalaman juga harus dikurangi karena tingginya volume lalu lintas," kata Hendah.

Selain tes urine, Dishub juga akan menguji kelaikan setiap bus yang akan diberangkatkan keluar Jakarta. Mobil-mobil yang dilengkapi alat uji kelaikan disiapkan di empat terminal utama, Terminal Pulo Gadung, Lebak Bulus, Kampung Rambutan, dan Kalideres.

Pemantauan kelayakan bus juga dilakukan di terminal-terminal bantuan oleh kepala-kepala terminal. Bus-bus cadangan dan bus kota yang disiapkan untuk angkutan mudik menjadi prioritas pemeriksaan kelayakan.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, pihaknya sudah mengadakan persiapan menghadapi arus mudik. Selain uji kelayakan bus dan tes urine bagi sopir, Pemprov juga menyiapkan pos terpadu, yang melibatkan aparat keamanan, kesehatan, dan penerangan di setiap terminal.

"Semua persiapan sedang dimatangkan dan benar-benar siap pada tujuh hari sebelum lebaran," kata Fauzi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau