Salah Benar Soal Gizi Balita Anda

Kompas.com - 17/09/2008, 09:07 WIB

KEBUTUHAN gizi untuk anak balita tentu berbeda dengan anak yang lebih tua. Kebutuhan itu selalu berubah sesuai dengan pertumbuhannya. Apa yang perlu diketahui soal gizi untuk anak balita dan prasekolah? Ikuti kuis berikut ini.

1.  Kudapan akan merusak nafsu makan anak Anda.

Salah! Anak kecil memiliki perut yang kecil sehingga tidak cukup hanya makan tiga kali sehari untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka. Dibutuhkan kudapan. Untuk menjaga nafsu makan mereka, sediakan snack tidak kurang dua jam sebelum makan. Contoh kudapan sehat adalah susu, keju, yoghurt, telur, buah, sayur, popcorn.

2.  Balita yang hanya mengasup makanan tertentu hari demi hari bisa kurang gizi.

Salah. Memang, bagi sebagian besar orang tua, kebiasaan mengonsumsi makanan jenis tertentu bisa menyebabkan kurang gizi. Namun, bukan itu masalahnya. Makan hanya yang disukai saja – masa ketika anak balita hanya mau sedikit jenis makanan – adalah hal yang umum. Tawarkan anak makanan lain selain yang disukainya sementara Anda menanti kebiasaan anak tersebut berhenti. Jika anak menolak makan sayur dan buah selama beberapa minggu atau lebih, minta saran dari dokter atau ahli gizi.

3.  Jika Anda tidak menyajikan yang diinginkan anak, mereka tidak makan dengan cukup.

Salah. Anak-anak akan makan ketika mereka lapar. Menyiapkan satu makanan untuk keluarga dan satu makanan lain untuk anak tidak membuat mereka sehat, tetapi akan menyebabkan stres. Jangan ikuti keinginan anak Anda terus. Sajikan paling tidak satu atau dua makanan yang Anda tahu bakal dimakan.

4.  Anda seharusnya memberi batita susu bukan rendah lemak.

Benar. Anak di bawah usia 2 tahun harus minum susu lemak karena tinggi kalori dan lemak membantu pertumbuhan mereka. Berbarengan dengan pertambahan usia, mereka mendapat lebih banyak kalori dan lemak dari makanan, dan lebih sedikit dari susu. Itulah sebabnya Persatuan Dokter Anak di Amerika Serikat bisa menerima upaya menyajikan susu rendah lemak seperti susu dengan lemak 1 persen setelah usia anak 2 tahun.

5.  Anak prasekolah harus menghabiskan semua makanan yang ada di piringnya.

Salah. Jangan paksa anak untuk menghabiskan makanannya. Nafsu makan anak berfluktuasi. Jadi, jangan paksa anak ketika ia tidak dapat menghabiskan makanan. Sajikan makanan dalam porsi kecil dan biarkan mereka menambahnya jika menginginkan.

6.  Anak-anak harus minum jus.

Salah. Jus seratus persen memberi gizi seperti vitamin C dan potasium, tetapi ini tidak penting dalam diet anak. Jika anak makan buah, ia mungkin tidak membutuhkan jus. Terlalu banyak jus malah menyebabkan kelebihan kalori dan berat badan. Kalau ingin minum jus, pilih yang terbuat dari 100 persen buah. @

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau