Enam Obama Ikut Pilwali di Brasil

Kompas.com - 17/09/2008, 10:12 WIB


RIO DE JANIERO, RABU - Pesona Barack Obama tidak hanya menyihir para pemilih di Amerika Serikat (AS). Calon presiden Partai Demokrat berusia 47 tahun itu juga mengilhami para pemilih pada pemilihan wali kota (pilwali) di kota miskin Belford Roxo, Brasil.

Brasil yang menjadi salah satu negara dengan penduduk keturunan Afrika terbesar di dunia juga memimpikan sosok pemimpin selevel Obama.  Maka tidak salah jika kemudian sedikitnya enam politisi asal Brasil mengganti atau menambahi nama mereka dengan "Barack Obama". Salah satunya adalah Henrique dos Anjos, seorang konsultan IT berusia 37 tahun.

Kebetulan undang-undang pemilu di Negeri Samba itu membolehkan para kandidat maju dalam pemilihan dengan nama pilihan mereka. Pemilihan wali kota Belford Roxo akan berlangsung 5 Oktober nanti.

"Sebenarnya ini tidak disengaja," kata Anjos Barack Obama, yang akan berjuang menjadi wali kota kulit hitam pertama di kota itu. "Saya tampil di televisi dan orang-orang berpikir saya mirip dengannya (Obama) sehingga mereka memanggil saya Barack Obama. Mereka melihat saya di jalan dan berteriak : 'Hey ! Barack !" Saya pun memutuskan untuk mendaftarkannya".

Sama halnya dengan Obama yang kakeknya keturunan Kenya, Roxo juga mempunyai kakek asal Afrika. Selama kampanye ia juga meniru gaya Obama yang menyerukan perubahan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau