RIO DE JANIERO, RABU - Pesona Barack Obama tidak hanya menyihir para pemilih di Amerika Serikat (AS). Calon presiden Partai Demokrat berusia 47 tahun itu juga mengilhami para pemilih pada pemilihan wali kota (pilwali) di kota miskin Belford Roxo, Brasil.
Brasil yang menjadi salah satu negara dengan penduduk keturunan Afrika terbesar di dunia juga memimpikan sosok pemimpin selevel Obama. Maka tidak salah jika kemudian sedikitnya enam politisi asal Brasil mengganti atau menambahi nama mereka dengan "Barack Obama". Salah satunya adalah Henrique dos Anjos, seorang konsultan IT berusia 37 tahun.
Kebetulan undang-undang pemilu di Negeri Samba itu membolehkan para kandidat maju dalam pemilihan dengan nama pilihan mereka. Pemilihan wali kota Belford Roxo akan berlangsung 5 Oktober nanti.
"Sebenarnya ini tidak disengaja," kata Anjos Barack Obama, yang akan berjuang menjadi wali kota kulit hitam pertama di kota itu. "Saya tampil di televisi dan orang-orang berpikir saya mirip dengannya (Obama) sehingga mereka memanggil saya Barack Obama. Mereka melihat saya di jalan dan berteriak : 'Hey ! Barack !" Saya pun memutuskan untuk mendaftarkannya".
Sama halnya dengan Obama yang kakeknya keturunan Kenya, Roxo juga mempunyai kakek asal Afrika. Selama kampanye ia juga meniru gaya Obama yang menyerukan perubahan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang