M Iqbal Sebenarnya Diharapkan Jadi Penjaga Moral KPPU

Kompas.com - 17/09/2008, 15:45 WIB

JAKARTA, RABU — Mantan anggota Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Faisal Basri mengaku kaget dan kecewa atas tertangkapnya anggota KPPU, M Iqbal, oleh KPK saat menerima suap sebesar Rp 500 juta dari Presiden Direktur First Media Billy Sundoro.

Sebagai sesama anggota KPPU periode 2000-2006, Faisal menilai Iqbal adalah orang yang berpribadi dan berpenampilan sederhana. Keberadaan Iqbal sebagai anggota KPPU periode 2006-2011 diharapkan menjadi penjaga integritas dan moral KPPU.

"Saya sangat kecewa. Enam tahun kita bangun KPPU, kok ada yang berbuat seperti ini. Selama enam tahun tidak pernah kita berbuat untuk kepentingan sendiri," tegas Faisal Basri seusai menjadi saksi ahli bagi terdakwa mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (17/9).

Ditegaskan Faisal, anggota KPPU tidak boleh menerima apa pun, baik secara langsung atau tidak langsung, terkait jabatan. "Baik secara etika dan moral, itu melanggar hukum, apa pun alasannya," Faisal Basri menegaskan.

Dijelaskan Faisal, pada periode 2000-2006, M Iqbal terpilih menjadi Ketua KPPU selama dua periode. Pemilihan ketua di KPPU dilakukan setahun sekali. "Dia dua kali jadi Ketua KPPU, itu menunjukkan dia cukup dipercaya," tambah Faisal.

"Dia (Iqbal) second term (periode kedua). Ini yang membuat saya lebih terpukul lagi. Tadinya yang second term diharapkan yang jaga moral yang kita bangun selama ini. Ini yang mengakibatkan kekecewaan double," keluh Faisal.

Dari 13 komisioner pada KPPU periode 2006-2011, terdapat lima anggota KPPU periode pertama, yakni Syamsul Maarif, Tadjudin Noorsaid, Edwin Syahrir, M Iqbal, dan Nawir Mesi.(Persda Network/Yuli Sulistyawan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau