200 Anak Yatim Piatu Peroleh Bantuan Paket Sekolah

Kompas.com - 17/09/2008, 20:02 WIB

JAKARTA,RABU - Dua ratus anak yatim piatu dari Yayasan Al-Ikhlas, Masjid Arriyadh, dan Yayasan Istaqim Jakarta Selatan, Rabu (17/9) petang di Kantor Pusat Palang Merah Indonesia, terlihat riang gembira. Menunggu berbuka puasa, mereka dihibur tiga orang artis, Tere, Aryo Wahab, dan Sita RSD.

Mereka senang tidak saja karena bisa bertemu dan bersalaman dengan artis yang selama ini mereka tonton di televisi, tetapi juga karena bertemu langsung Ketua Umum PMI Marie Muhammad dan Kepala Delegasi Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di Indonesia Bob Kerrow dan mendapat bantuan paket sekolah berupa tas dengan segala kelengkapan isinya, seperti buku dan alat-alat tulis.

"Alhamdulillah, atas perhatian Palang Merah Indonesia kepada kami, anak yatim piatu. Senang diajak buka puasa bersama, bertemu artis, dan dapat santunan. Baru pertama kali dapat perhatian dan bantuan seperti ini," kata Edo, pelajar kelas 2 SMP, anak yatim piatu dari Masjid Arriyadh.

Senada dengan itu, Kurniawan murid kelas 6, anak yatim lainnya, mengatakan besok (Kamis-Red) akan langsung pakai tas sekolah bantuan PMI. Senang dapat bantuan dari PMI. Besok tasnya akan saya pakai ke sekolah, ujarnya. Umumnya anak yatim piatu penerima santunan PMI itu masih duduk di bangku sekolah dasar dan SMP, usia wajib belajar sembilan tahun.

Ketua Umum PMI Marie Muhammad mengatakan, di setiap kegiatannya PMI tidak lepas dari upayanya untuk membantu meringankan penderitaan masyarakat. Begitu juga dalam peringatan kali ini, yang mana kami memberikan santunan kepada anak yatim piatu. Semangat bulan puasa ini diharapkan dapat menggelorakan solidaritas sosial dan kemanusiaan, katanya.

Melalui hari ulang tahun PMI ke-63, PMI memandang perlu untuk turut mengkampanyekan seruan global yaitu Bersama untuk Kemanusiaan dengan darapan dapat menyadarkan masyarakat untuk peduli terhadap kemanusiaan.

63 tahun sudah PMI membantu meringankan penderitaan masyarakat. Pelayanan kemanusiaan PMI telah diwujudkan dalam kerja-kerja kemanusiaan untuk membantu masyarakat rentan, di antaranya respon bencana, bantuan kesehatan, penyediaan air bersih dan kegiatan pengurangan resiko bencana, jelas Marie Muhammad.

Artis Sita RSD yang juga relawan PMI mengajak kalangan dermawan dan para artis untuk dapat meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan, seperti anak yatim piatu.  

Rasa peduli sangat diharapkan di tengah sulitnya kehidupan masyarakat saat ini. S aya ingin mengajak rekan-rekan seprofesi untuk terus meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar kita, katanya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau