Karena Pertemanan, Iqbal Terima "Bingkisan"

Kompas.com - 18/09/2008, 09:41 WIB

JAKARTA, KAMIS — Alasan pertemananlah yang memotivasi Komisioner Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Mohammad Iqbal menerima "bingkisan" dari Presiden Direktur PT First Media Tbk Billy Sindoro (bukan Billy Sundoro seperti yang diberitakan sebelumnya) walaupun keduanya hanya sekadar kenal.

"Faktor rasa pertemanan saja yang membuat beliau menerima tas tersebut. Hubungannya ya sebatas kenal saja. Pak Iqbal salah satu tim majelis hakim yang menangani kasus Astro," ujar penasihat hukum M Iqbal, M Muklas, ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (18/9).

Menurut dia, saat itu Billy mengundang kliennya berbuka bersama di Hotel Aryaduta. Sore itu, mereka menyantap makanan di lantai 17 hotel tersebut. Pulangnya, Billy menyerahkan tas hitam berisi uang Rp 500 juta kepada Iqbal saat mengantarkan mantan Ketua KPPU itu ke lift.

"Tapi Pak Iqbal tidak tahu tas itu berisi uang. Saat itu dia tidak menolak karena Billy berkata, 'Tolong diterima dan jangan ditolak'. Pada saat itu dia sudah berpikir. Kalau isinya memang cukup tidak wajar akan dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Tapi kalau isinya hanya suvenir, ya...," tuturnya.

Sebelumnya, KPK telah mengintai keduanya sejak 2 bulan lalu. Namun, kelompok kerja hukum KPPU sendiri mengaku belum mengetahui hal tersebut. Muklas menjelaskan, selama menjalani pemeriksaan belum terungkap adanya hasil pengintaian yang dilakukan KPK, termasuk pertemuan-pertemuan yang terjadi sebelum Selasa (16/9). Apalagi, lanjutnya, ada janji dari Billy untuk memberikan sesuatu.(BOB)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau