KPK Angkut Dua Anak Buah Billy Sindoro

Kompas.com - 18/09/2008, 17:02 WIB

TANGERANG, KAMIS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa dua orang yang diduga karyawan PT First Media di Komplek Rumah Toko Cyber Park, Jalan Boulevard Gajah Mada No 2061-2062, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, pada Kamis, sekitar pukul 14.20 WIB.

Kedua orang itu yang diduga anak buah mantan Presiden Direktur PT First Media, Billiy Sindoro, tampak mengenakan baju kaos hitam dan kemeja cokelat dan diapit tiga petugas KPK berkemeja putih dan hitam. Petugas KPK membawa keduanya dengan menggunakan kendaraan operasional jenis Avanza warna silver bernopol B-1646-IM.

Diduga petugas KPK tersebut akan membawa keduanya ke Gedung KPK di Jakarta. Selain itu, petugas KPK menyita bundelan dokumen yang dimasukkan ke dalam tas gendong berwarna hitam.

Sebelumnya, belasan petugas KPK menggeledah kantor PT First Media, pada Kamis (18/9), sejak pukul 11.20 WIB, terkait dengan penangkapan terhadap Billiy Sindoro  dan anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M Iqbal.

Saat ditangkap Billiy Sindoro berupaya menyuap M Iqabl sebesar Rp 500 juta terkait dengan monopoli hak siar televisi pertandingan Liga Inggris musim 2007 di Indonesia oleh Astro melalui PT Direct Vision, yang merupakan rekanan PT First Media sebagai anak perusahaan Lippo Group.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau