Yusril Mantab Nyapres

Kompas.com - 18/09/2008, 17:36 WIB

SERANG, KAMIS- Yusril Ihza Mahendra menyatakan dirinya sudah siap dan mantap untuk maju menjadi calon presiden pada pemilihan presiden (Pilpres) 2009 dengan didukung Partai Bulan Bintang (PBB). 

"Pencalonan sudah siap, saya sudah bentuk tim dan saat ini terus melakukan sosialisasi di berbagai daerah," kata mantan Menteri Hukum dan HAM itu saat melakukan ziarah dan mengunjungi Masjid Agung Kesultanan Banten Lama di Serang, Kamis (18/9).

Ia optimis partainya akan memperoleh 10 persen suara pada Pemilu 2009, sehingga partainya siap mengusung dirinya menjadi calon presiden mendatang. Menurut dia, saat ini pihaknya sudah membentuk tim untuk merumuskan program-program yang akan ditawarkan nanti.

Meskipun ketentuan syarat dukungan untuk pencalonan presiden dari partai politik saat ini belum diputuskan, namun ia yakin Partai Bulan Bintang akan bisa mencalonkan dirinya menjadi calon presiden, karena menurut dia tidak ada korelasi antara perolehan suara pemilu dengan pencalonan presiden.

"Saya tidak terlalu pesimis dengan batasan yang akan ditentukan 15 atau 30 persen perolehan suara dari pemilu," katanya. 

Pada kunjungannya itu Yusril berjanji siap melakukan rekonstruksi bangunan lokasi ziarah Kesultanan Banten Lama jika dirinya nanti terpilih menjadi Presiden. 

Adapun beberapa permasalahan pokok bangsa yang menjadi perhatian dirinya adalah masalah pertanian, pertambangan dan energi.

Usai melakukan kunjungan ke Masjid Agung Banten Lama dan bertemu pengurus DPW Partai Bulan Bintang Provinsi Banten, Yusril menghadiri acara Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan di Pendopo Kantor Gubernur Banten.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau