SHIJIAZHUANG, KAMIS - Ribuan orang tua di China berbondong-bondong mendatangi beberapa rumah sakit untuk memastikan kesehatan bayi mereka setelah menyebarnya skandal susu bubuk mengandung melamin yang telah menelan 4 korban jiwa. Polisi di provinsi Hebei baru saja meringkus 12 orang lebih sehingga total mereka yang ditahan dalam kasus susu berbahan kimia terlarang itu telah mencapai 18 orang.
Zhou Xiyuan dari rumah sakit Sekretaris Partai Komunis menerangkan satu bayi meninggal dunia akibat gagal pernapasan bulan lalu setelah mendapat susu formula yang tercemar itu. Belum diketahui apakah bayi ini meninggal dunia akibat batu ginjal seperti yang dialami oleh bayi lain korban susu tercemar.
Aparat pemerintah dan polisi Hebei memulai kampanye selama 10 hari untuk memfokuskan diri pada kontaminasi melamin yang menyebar di susu bubuk China. Pihak pemasok susu bubuk diyakini telah menambahkan bahan kimia terlarang, yang biasa digunakan untuk produksi plastik, untuk mengentalkan susu yang telah dicairkan seakan nampak kaya akan protein.
Polisi telah menyita 300 kilogram bahan kimia yang digunakan dalam campuran susu bubuk, termasuk diantaranya 223 kilogram melamin. Menyusul terungkapnya kasus susu yang tercemar itu, lebih dari 1.000 orang tua mendatangi Rumah Sakit Anak Beijing untuk memastikan bayi mereka tak mengalami gangguan kesehatan akibat terlanjur memberikan anak- anak mereka susu yang telah tercemar.
Para orang tua tersebut mengaku telah memberikan anak-anak mereka 3 produk susu bubuk yang telah ditarik oleh pemerintah karena terbukti mengandung melamin. Fang Sunyi (28) yang sedang menggendong putranya yang baru berusia 3 bulan mengaku telah memberikan susu Sanlu dan Yashili sejak bayinya itu dilahirkannya.
"Saya hanya berdoa semoga tak ada yang tak beres dengan putraku," kata Fang Sunyi. "Kami pertama mencoba Sanlu, kemudian menghentikannya karena kabarnya tak berkualitas, kemudian kami beralih ke Yashili, namun sekarang sudah tak ada susu bubuk yang bisa dipercaya lagi. Kami tak tahu susu bubuk apa yang aman dan kami tak ingin mengambil resiko."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang