Skandal Susu Picu Kepanikan di Kalangan Orang Tua China

Kompas.com - 18/09/2008, 19:09 WIB

SHIJIAZHUANG, KAMIS - Ribuan orang tua di China berbondong-bondong mendatangi beberapa rumah sakit untuk memastikan kesehatan bayi mereka setelah menyebarnya skandal susu bubuk mengandung melamin yang telah menelan 4 korban jiwa. Polisi di provinsi Hebei baru saja meringkus 12 orang lebih sehingga total mereka yang ditahan dalam kasus susu berbahan kimia terlarang itu telah mencapai 18 orang.

Zhou Xiyuan dari rumah sakit Sekretaris Partai Komunis menerangkan satu bayi meninggal dunia akibat gagal pernapasan bulan lalu setelah mendapat susu formula yang tercemar itu. Belum diketahui apakah bayi ini meninggal dunia akibat batu ginjal seperti yang dialami oleh bayi lain korban susu tercemar.

Aparat pemerintah dan polisi Hebei memulai kampanye selama 10 hari untuk memfokuskan diri pada kontaminasi melamin yang menyebar di susu bubuk China. Pihak pemasok susu bubuk diyakini telah menambahkan bahan kimia terlarang, yang biasa digunakan untuk produksi plastik, untuk mengentalkan susu yang telah dicairkan seakan nampak kaya akan protein.

Polisi telah menyita 300 kilogram bahan kimia yang digunakan dalam campuran susu bubuk, termasuk diantaranya 223 kilogram melamin. Menyusul terungkapnya kasus susu yang tercemar itu, lebih dari 1.000 orang tua mendatangi Rumah Sakit Anak Beijing untuk memastikan bayi mereka tak mengalami gangguan kesehatan akibat terlanjur memberikan anak- anak mereka susu yang telah tercemar.

Para orang tua tersebut mengaku telah memberikan anak-anak mereka 3 produk susu bubuk yang telah ditarik oleh pemerintah karena terbukti mengandung melamin. Fang Sunyi (28) yang sedang menggendong putranya yang baru berusia 3 bulan mengaku telah memberikan susu Sanlu dan Yashili sejak bayinya itu dilahirkannya.

"Saya hanya berdoa semoga tak ada yang tak beres dengan putraku," kata Fang Sunyi. "Kami pertama mencoba Sanlu, kemudian menghentikannya karena kabarnya tak berkualitas, kemudian kami beralih ke Yashili, namun sekarang sudah tak ada susu bubuk yang bisa dipercaya lagi. Kami tak tahu susu bubuk apa yang aman dan kami tak ingin mengambil resiko."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau