Ponsel Dobel Kartu dan Ponsel Televisi Bakal Jadi Tren

Kompas.com - 18/09/2008, 20:42 WIB

YOGYAKARTA, KAMIS - Di tengah kelesuan pasar telepon seluler di Yogyakarta, ponsel-ponsel berfasilitas dobel kartu dan televisi mulai dicari. Tren ponsel dobel kartu dan ponsel televisi diperkirakan terjadi satu-dua tahun lagi.

Ponsel buatan Korea Selatan dan Taiwan ini perlahan meraih pasar karena harganya terjangkau. Agus Prihartono, pengelola Matra Seluler di pusat penjualan ponsel Gedung Wisma Hartono mengatakan, dua jenis ponsel ini mulai diburu empat bulan lalu.

Dalam sebulan, ia mengeluarkan sekitar 10 ponsel dobel kartu (GSM dan CDMA), dan 20 ponsel televisi. "Saya memperkirakan, dalam satu hingga dua tahun lagi ponsel seperti ini akan menjadi tren. Produsen ponsel bertambah dan harga ponsel berangsur turun," ujar Agus, Kamis (18/9).

Ponsel dobel kartu yang dipajang berada di kisaran harga Rp 800.000 hingga Rp 2 juta. Sedangkan ponsel televisi dipatok harga Rp 1,5 hingga Rp 2 juta.

"Saya belum bisa memastikan kualitas ponsel tersebut, karena usianya masih dalam hitungan bulan," tutur Agus.

Kehadiran ponsel teknologi baru yang mayoritas dibeli karyawan ini, mengurangi penjualan ponsel lain, baik ponsel GSM maupun CDMA. "Penjualan ponsel CDMA dan GSM berkurang 10 persen," kata Ari Hartono, Pengelola Istana Handphone.

(Lukas adi Prasetya)    

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau