YOGYAKARTA, KAMIS - Di tengah kelesuan pasar telepon seluler di Yogyakarta, ponsel-ponsel berfasilitas dobel kartu dan televisi mulai dicari. Tren ponsel dobel kartu dan ponsel televisi diperkirakan terjadi satu-dua tahun lagi.
Ponsel buatan Korea Selatan dan Taiwan ini perlahan meraih pasar karena harganya terjangkau. Agus Prihartono, pengelola Matra Seluler di pusat penjualan ponsel Gedung Wisma Hartono mengatakan, dua jenis ponsel ini mulai diburu empat bulan lalu.
Dalam sebulan, ia mengeluarkan sekitar 10 ponsel dobel kartu (GSM dan CDMA), dan 20 ponsel televisi. "Saya memperkirakan, dalam satu hingga dua tahun lagi ponsel seperti ini akan menjadi tren. Produsen ponsel bertambah dan harga ponsel berangsur turun," ujar Agus, Kamis (18/9).
Ponsel dobel kartu yang dipajang berada di kisaran harga Rp 800.000 hingga Rp 2 juta. Sedangkan ponsel televisi dipatok harga Rp 1,5 hingga Rp 2 juta.
"Saya belum bisa memastikan kualitas ponsel tersebut, karena usianya masih dalam hitungan bulan," tutur Agus.
Kehadiran ponsel teknologi baru yang mayoritas dibeli karyawan ini, mengurangi penjualan ponsel lain, baik ponsel GSM maupun CDMA. "Penjualan ponsel CDMA dan GSM berkurang 10 persen," kata Ari Hartono, Pengelola Istana Handphone.
(Lukas adi Prasetya)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang