Gazza Ditahan karena Kriminal

Kompas.com - 19/09/2008, 02:30 WIB

LONDON, JUMAT - Lagi-lagi Paul Gascoigne. Pemain berjuluk Gazza ini kembali membuat ulah. Kali ini, dia ditangkap dan ditahan polisi atas tuduhan melakukan tindakan kriminal dan menyebabkan kerusakan.

Gazza ditangkap polisi di sebuah rumah di wilayah Duston, Kamis (18/9) pagi. Polisi Northumbira tak menyebutkan siapa yang mereka tahan, namun pers Inggris segera meyakini bahwa dia tak lain mantan gelandang Inggris, Paul Gascoigne.

Seorang juru bicara polisi mengatakan, "Ada seorang pria berumur 41 tahun ditahan atas tuduhan melakukan kerusakan kriminal di Ravensworth Road, Unston pagi ini. Interogasi sedang berlangsung."

Mantan gelandang Newcastle, Tottenham Hotspur, dan Lazio itu ditangkap setelah terlibat insiden dengan fotografer freelance di luar pub The Metz Experience. Surat kabar Inggris menurunkan gambar Gazza mencoba masuk rumah dalam keadaan mabuk. Dia memukul pintu dan jendela selama sekitar 20 menit dan berusaha membuka pintu dengan kuncinya.

Gazza yang dinilai sebagai gelandang brilian semasa menjadi pemain, memang bermasalah dengan kecanduan minuman keras dan mental yang tak stabil. Dia sering membuat ulah, bahkan sempat dimasukkan ke rumah sakit jiwa.

Februari lalu, Gazza terpaksa dimasukkan ke rumah sakit jiwa setelah mengamuk di Hotel Hilton di Gateshead. Tak lama kemudian, dia kembali membuat ulah di Hotel Malmaison di Newcastle. Dia dilaporkan mengancam penghuni hotel tersebut.

Putrinya, Biuanca Gascoigne saat itu mengatakan, ayahnya butuh dihormati dan privasi. Dia marah karena dua hal itu diusik orang.

Gazza sudah beberapa kali menjalani rehabilitasi soal kecanduan minuman keras. Kisah hidupnya setelah pensiun justru semakin membuat banyak orang prihatin kepadanya.

Padahal, dia adalah pemain besar di masanya. Dia juga menjadi nyawa Inggris di Piala Dunia 1990 dan di Piala Eropa 1996. Dia membela Inggris 57 kali dan mencetak 10 gol.

Sayangnya, dia memiliki emosi yang tak stabil. Selain itu, dia punya kebiasaan minum minuman keras yang membuat hidupnya semakin berantakan. (SCN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau