Mennakertrans Terima Jenazah Fatonah

Kompas.com - 19/09/2008, 09:53 WIB

SEMARANG, JUMAT - Mennakertrans Erman Suparno, Jumat (19/9) pagi, menerima kepulangan jenazah Siti Fatonah (28), TKI asal Cilacap, di Bandara Ahmad Yani, Semarang.
    
Setiba di Bandara Ahmad Yani, pukul 07.00, Mennakertrans, Gubernur Jawa Tengah, keluarga korban, beserta pihak terkait langsung melakukan penyambutan jenazah.
    
Jenazah dipulangkan dari Malaysia menggunakan pesawat GIA 821, 18 September dan dari Jakarta ke Semarang dengan pesawat GIA 230, 19 September.
    
Menerima kepulangan jenazah anaknya, Ahmad Sanusi (55), ayah korban menyampaikan terima kasih. "Saya berterima kasih karena anak saya bisa kembali ke Indonesia dan diserahkan kepada keluarga. Saat ini saya masih sakit karena memikirkan anak saya," katanya.
    
Dalam kesempatan itu Ahmad Sanusi menerima santunan dari Mennakertrans, Gubernur Jateng, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), PT Sukma Karya Sejati, serta sejumlah asuransi.
   
Seusai acara penyambutan, Mennakertrans, Gubernur Jateng, beserta keluarga menyempatkan berdoa di hadapan peti jenazah yang masih tertutup tikar dan terbungkus plastik.
    
Jenazah kemudian diberangkatkan ke rumah duka, Desa Tritih Lor RT 03/ RW X, Kecamatan Jeruk Legi, Cilacap, dengan menggunakan mobil ambulans dengan nomor polisi R 1973 HB.
    
Mennakertrans menambahkan, hak korban telah diberikan mulai sisa gaji Rp 18 juta yang telah ditransfer ke pihak keluarga ataupun sejumlah asuransi dan santunan.
    
Siti Fatonah tewas pada 12 September saat melerai majikannya yang terlibat perkelahian bernama Phoy Yow Yong dengan alamat Jalan 3/8 Taman Wawasan, Puchong, Selangor, Malaysia. Saat ini tersangka dalam penyelidikan kepolisian negara setempat.
    
Korban merupakan TKI legal yang diberangkatkan perusahaan pengerah tenaga kerja Indonesia swasta di Cilacap, PT Sukma Karya Sejati, pada 20 Oktober 2005.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau