Laporan Wartawan Kompas Suhartono
JAKARTA, JUMAT - Krisis keuangan global yang kini melanda dunia, diyakini tidak akan mempengaruhi secara signifikan terhadap asumsi makro perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan hanya akan terkoreksi sekitar 0,1 persen sehingga pertumbuhan turun dari 6,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 6,3 persen terhadap PDB. Adapun PDB sendiri juga akan terpengaruhi di sekitar 0,1-0,2 persen.
Demikian disampaikan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menjawab pers, seusai sholat Jumat (19/9) siang di Jakarta. "Dampaknya saya kira tidak besar, seperti yang terjadi di Asia dan Jepang. Ekonomi kita tidak ada dampak langsung kepada krisis tersebut, karena kita tidak mengekspor ke AS. China bisa terkoreksi sampai 2 persen PDB-nya, karena China eksportir terbesar seperti India, sehingga permintaan dari AS pun akan turun," ujar Wapres Kalla.
Menurut Wapres Kalla, ekspor komoditas juga akan terpengaruh harganya dan bukan volumenya sehingga PDB juga akan turun 0,1-0,2 persen. "Harga untuk ekspor sudah turun sampai di harga enam bulan yang lalu," tambah Wapres Kalla.
Wapres mengatakan, imbas terhadap bangkrutnya perusahaan-perusahaan raksasa dunia seperti Lehman Brothers juga tidak merugikan Indonesia, kecuali perusahaan-perusahaan Indonesia yang mendapat pinjaman kredit sehingga keuntungan perusahaannya akan terganggu. "Jadi, tidak ada dana Indonesia yang hilang dari sana," lanjut Wapres Kalla.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang