Sepeda untuk Kawasan Padat Penduduk

Kompas.com - 19/09/2008, 16:43 WIB

JAKARTA, KAMIS - DHL meluncurkan layanan petugas bersepeda bertajuk DHL GOGREEN Push Bike, Kamis (18/9), untuk mengantarkan kiriman  ke kawasan padat penduduk di Jakarta seperti Pasar Pagi, Pintu Kecil, Perniagaan, Glodok, Pinangsia, dan Pangeran Jayakarta.

Caranya, DHL menggunakan mobil van pembawa sepeda tersebut. Segera setelah kurir sampai di tempat parkir di areal pengambilan/pengiriman, mereka mengendarai sepeda untuk mengirimkan dokumen dan paket kecil ke para pelanggan.

Hal ini tidak hanya mengurangi emisi kendaraan, tetapi juga meningkatkan efisiensi pelayanan karena sepeda juga dapat digunakan untuk melewati jalan-jalan sempit yang tidak dapat dilalui oleh mobil van. Di Indonesia, DHL memiliki sekitar 300 kendaraan.

"Kami sadar bahwa pencegahan pemanasan global dan polusi udara adalah bagian sangat penting dari tanggung jawab sosial perusahaan kami,” kata David Ng, Senior Technical Advisor PT Birotika Semesta/DHL Express.  
 
Program tersebut merupakan program DHL yang mencakup kampanye internal dan eksternal untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan hidup, rehabilitasi biosfer, dan kampanye peduli lingkungan di tempat kerja. Program ini ditujukan untuk mendorong konservasi produk berbasis sumber daya alam, penghematan energi, serta meminimalisasikan pemborosan kertas melalui daur ulang.

Bulan lalu, DHL bekerja sama Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) terkait program ini. DHL mengerahkan para karyawan menanam lebih dari 2.400 bibit bakau di Muara Angke, Jakarta Utara.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau