Yerry: Papaku Pahlawan

Kompas.com - 20/09/2008, 13:43 WIB

JAKARTA, SABTU -- Perjalanan hidup Ronny Pattinasarany selama 52 tahun memberi kesan tersendiri bagi keluarga terutama kedua putranya.

Putra kedua Ronny, Herry Jacques Pattinasarany (28) menyebut Ronny sebagai pahlawan keluarga. "Buat saya papa pahlawan keluarga. Selalu memberikan yang terbaik untuk keluarga. Kami sedang membesarkan hati, karena pahlawan keluarga sudah berpulang," kata pria yang akrab disapa Yerry ini.

Dukungan almarhum Ronny sangat dirasakan Yerry tatkala dia berusaha sembuh dari ketergantungan narkoba jenis putaw. Bahkan, kala itu Ronny rela meninggalkan kariernya sebagai pelatih dengan bayaran termahal di Petrokimia Gresik untuk mendampingi Yerry.

"Papa contoh bagi kami. Beliau rela melepas kariernya untuk mendampingi saya. Kerja kerasnya untuk mendukung saya luar biasa sekali," kata Yerry. Tahun 1996 lalu, Yerry terjerumus dalam pergaulan yang membuatnya menjadi pemakai narkoba. Saat itu, Yerry masih duduk di bangku SMP dan usianya baru 15 tahun.

Setelah melepas kariernya, almarhum Ronny kala itu selalu memberi siraman rohani dan bimbingan cinta kasih Tuhan kepada Yerry. Akhirnya usaha Ronny membuahkan hasil. Tahun 2000, Yerry terlepas dari narkoba.

Namun, cobaan masih menghantui keluarga Ronny saat putra pertamanya Robenno Patrick Pattinasarany juga jatuh ke jurang yang sama. Dengan bimbingan yang sama dan usaha mendekatkan diri dengan Tuhan, Ronny berhasil membebaskan diri kedua anaknya dari cengkeraman narkoba.

Tahun 2007 lalu, Ronny menelurkan buku Dan Kedua Anakku Bebas Dari Narkoba yang berkisah tentang perjuangan kedua anaknya lepas dari narkoba. Sebelum meninggal, Ronny tengah menulis buku mengenai profil dan pergumulannya melawan kanker hati yang dideritanya. Sayang, buku tersebut belum selesai karena sudah terlebih dahulu dipanggil Tuhan. Kata Yerry,"Mungkin nanti kita yang akan melanjutkan menulis bukunya."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau