Lebaran, Kalsel Stop Angkutan Batu Bara

Kompas.com - 21/09/2008, 17:20 WIB

Laporan Wartawan Kompas M Syaifullah

BALIKPAPAN, MINGGU - Direktur jenderal hubungan darat pada Departemen Perhubungan mengeluarkan surat edaran terhadap seluruh angkutan truk batu bara yang melewati jalan negara di wilayah Kalimantan Selatan untuk sementara menghentikan operasinya. Ketentuan ini berlangsung tujuh hari, yakni mulai tiga hari sebelum lebaran dan empat hari sesudahnya.  

Surat dirjen perhubungan darat itu sudah kami terima. Berdasarkan surat itu pula Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel juga menyurati pimpinan perusahaan batu bara dan pengusaha truk batu bara di Kalsel untuk mematuhinya, kata Direktur Polisi Lalu Lintas Polda Kalsel, Komisaris Besar Agung Budi yang dihubungi di Banjarmasin, Minggu ( 21/9).

Menurut Agung, penghentikan sementara opera si truk batu bara itu untuk mencegah terjadi kecelakaan lalu lintas selama Lebaran. Masalahnya, kegiatan pengangkutan batu bara melalui jalan negara di Kalsel pada hari normal mencapai lebih 1.000 unit.

Di Kalsel, jalan negara yang digunakan untuk angkutan batubara, yakni jalan transKalimantan pada ruas Kabupaten Hulu Sungai Selatan hingga Banjarmasin sepanjang 120 kilometer. Dan jalan Banjarmasin-Batulicin (Ibukota Kabupaten Tanahbumbu) lebih 250 kilometer.

Agung mengungkapkan, pihak kepolisian Kalsel sekarang mulai kesulitan mengatur angkutan batu bara ini karena jumlah truknya terus bertambah. "Kondisi ini terjadi makin permintaan batu bara dari Kalsel sementara yang dipakai untuk ke penumpukan terakhir (stock pile) di Banjarmasin tidak bertambah. Sekarang, setiap malam bisa lebih seribu truk yang mengangkut batu bara," katanya.

Selain angkutan batu bara, kata Agung, angkutan Lebaran di Kalsel juga rawan kecelakaan karena banyak jalan yang mengalami rusak parah, di penuhi lubang-lubang besar akibat hujan dan banjir. Kondisi yang paling buruk di antaranya kerusakan jalan di daerah perbatasan Kalsel-Kaltim dan pada ruas Tanahlaut-Tanahbumbu.

"Kita telah membagikan 6.000 brosur kepada para sopir dan warga terkait peta daerah rawan kecelakaan, longsor dan banjir. Hal ini dilakukan agar kondisi ini menjadi perhatian mereka selama melakukan perjalanan," kata Agung yang juga menyebutkan ada 39 pos polisi memantau pergerakan arus kendaraan selama Lebaran di Kalsel.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau