Heboh Paus Nyasar Dikira Kapal Selam

Kompas.com - 21/09/2008, 22:56 WIB


TOKYO,MINGGU-Aparat keamanan Jepang menduga bahwa kapal selam asing yang sempat menerobos wilayah perairannya pada pertengahan September lalu  sebenarnya adalah seekor ikan paus yang nyasar.

Hasil penyelidikan terbaru itu mengemuka karena hingga kini tidak ada identifikasi data yang akurat mengenai kapal selam tidak dikenal tersebut. Demikian menurut sebuah sumber yang dikutip Kyodo di Tokyo, Minggu (21/9). Apalagi setelah mengetahui bahwa wilayah perairan yang dimasuki kapal selam asing itu merupakan habitat ikan paus jenis Bryde (Bryde’s whale).

Sebelumnya, Departemen Pertahanan Jepang pada 14 September lalu mengumumkan bahwa Angkatan Laut mendeteksi sebuah periskop kapal selam tidak dikenal yang muncul di selatan Selat Bungo, kawasan perairan di semenanjung Ashizuri, Provinsi Kochi. Namun, dugaan mengenai penerobos asing itu mengarah pada seekor ikan paus.

Jepang sendiri langsung mengerahkan empat kapal perusaknya dan sejumlah helikopter serta kapal patroli untuk melakukan pencarian terhadap kapal selam asing tersebut.  Namun setelah dua hari melakukan pencarian intensif tidak menemukan hasil apa pun. Informasi yang diperoleh hanyalah sebuah indikasi yang menyebutkan bahwa kapal selam itu bukan dimiliki armada laut pasukan Jepang atau Amerika Serikat.

Kementerian Pertahanan Jepang bahkan sempat meminta keterangan dari negara-negara tetangganya, terutama China mengenai kemungkinan kapal selamnya yang berkeliaran di perairan Jepang. Namun, China langsung membantah dugaan tersebut dengan memberitahu langsung Kedubes Jepang di Beijing, atas pemberitaan yang dinilai menyesatkan itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau