6.200 Bayi Dikorbankan demi Olimpiade

Kompas.com - 22/09/2008, 00:33 WIB

BEIJING,MINGGU-Skandal susu bubuk formula yang tercemar melamin sebenarnya sudah muncul di China pada awal Juli lalu, tetapi waktu itu baru sebatas kasak-kusuk di tingkat distributor dan toko. Namun, kini seluruh produk susu di China praktis ditarik dari pasaran, juga semua produk yang menggunakan susu, seperti es krim dan yogurt.

Akan tetapi, baru awal September ini kisah skandal susu tercemar itu terungkap kepada publik. Padahal, pada awal Agustus, Grup Sanlu yang berpusat di Provinsi Hebei sudah memberi tahu mitranya, Fonterra, dari Selandia Baru bahwa produk susu bubuk mereka tercemar unsur kimia melamin. Awal bulan Agustus berarti sebelum pembukaan Olimpiade Beijing yang digulir pada 8 Agustus lalu.

Beberapa pekan setelah kalangan distributor di Hebei bingung karena produk susu bubuk mereka ditarik, kemudian mereka mengganti dengan produk baru. Namun, produk baru tadi ditarik lagi hanya dalam hitungan beberapa hari berikutnya. Sangat tidak lazim.

Baru pada 11 September lalu Pemerintah China mengemukakan ada zat melamin dalam produk susu bubuk. Hari Jumat (19/9) zat kimia tersebut juga ditemukan pada produk susu cair. Selain itu, juga ada pada produk berbahan baku susu, termasuk Starbucks. Semua produk ini sudah dienyahkan dari pasar.

Alhasil, sampai kemarin sudah 6.244 bayi dipastikan ginjalnya terserang berkaitan dengan susu tercemar ini. Ada gejala kencing batu dan sulit kencing. Juga muncul gejala muntah-muntah. Empat bayi sudah meninggal dunia. Angka 6.244 bayi ini naik dari 1.200 bayi sehari sebelumnya. Luar biasa.

Menteri Kesehatan China Chen Zhu mengatakan, lebih dari 1.300 bayi kini harus dirawat di rumah sakit karena meneguk susu tercemar ini, umumnya bayi yang baru lahir. Sekitar 158 bayi ini terkena gagal ginjal akut. Jumlah ini bakal meningkat lagi setelah semua orangtua yang punya bayi atau anak di bawah lima tahun memeriksakan bayi mereka ke rumah sakit.

Demi olimpiade

Pertanyaan besar yang muncul, mengapa baru 11 September kasus ini diungkap secara luas oleh Beijing? Bukankah kasus ini sudah terdeteksi sejak awal Juli dan sudah dilaporkan kepada Fonterra dari Selandia Baru pada awal Agustus?

Sulit membayangkan apabila berita ini muncul sebelum pesta Olimpiade Beijing 2008 dimulai 8 Agustus lalu. Ada 10.500 atlet dari sekitar 200 negara yang tampil di sana. Belum terhitung jutaan turis yang datang menikmati pesat olahraga setiap empat tahunan itu.

Sajian dengan bahan baku susu jelas tidak absen dari menu yang disajikan kepada para atlet dan jutaan turis asing selama dua pekan di Beijing. Berita soal produk susu di China yang tercemar melamin yang sangat mematikan itu merupakan sebuah ”sabotase” atas kesuksesan China sebagai tuan rumah.

Alhasil, lebih dari 6.200 bayi menjadi korban bagi kesuksesan Olimpiade Beijing 2008. Lain halnya apabila berita soal skandal susu tercemar ini sudah diungkapkan kepada publik sejak awal Juli, kemungkinan susu itu segera ditarik dari peredaran.

Namun, besar kemungkinan skandal susu tercemar ini disimpan karena merupakan sebuah berita buruk bagi Olimpiade Beijing. Berita ini jauh lebih buruk daripada protes warga Tibet di pengasingan yang menentang kehadiran China di sana.

Dahsyatnya, produk susu tercemar ini diungkapkan Badan Pengawasan Mutu China hari Jumat lalu. Hasil pemeriksaan menyeluruh nasional menemukan 24 dari 295 kotak susu tercemar melamin. Kotak susu ini produk dari tiga produk susu keluaran pabrik berbeda.

”Pabrik-pabrik ini sudah menarik sendiri semua produk mereka yang tercemar,” ujar pihak badan pengawasan tersebut. Sebelumnya, susu bubuk dari 22 perusahaan susu di China juga terdeteksi tercemar melamin. Bagaimana kalau hasil tes dan perintah penarikan produk susu ini muncul sebelum olimpiade?

Pengawasan lemah

Kisah soal produk susu keluaran China yang tercemar ini memperlihatkan pengawasan kualitas produk yang lemah. Media setempat menuduh pejabat yang korup sebagai penyebab produk yang ada tak diawasi dan dibiarkan begitu saja ke pasar. Apalagi, produk-produk ini juga diekspor ke negara lain karena harganya relatif murah ketimbang produk negara lain.

Sebelumnya, sudah ada sejumlah kisah soal produk China yang bermasalah seperti ini. Tahun 2004, lebih dari 200 bayi di China menderita kekurangan gizi karena penggunaan formula yang keliru. Sekitar 13 bayi tersebut meninggal dunia.

Gara-gara makanan hewan asal China, ribuan anjing dan kucing sakit dan lebih dari 200 lainnya mati di AS pada tahun 2007. Rupanya dalam makanan hewan tadi tercemar melamin. Pada Maret 2007, lebih dari 100 produk makanan hewan asal China ditarik dari peredaran.

Di Republik Dominika, dua merek pasta gigi asal China dilarang beredar pada Mei 2007 karena mengandung zat kimia mematikan. Pasta ini diduga dibalik kematian karena keracunan massal di Panama tahun 2006. Sedikitnya 100 orang di Panama meninggal karena racun dalam sirop buatan China.

Produk China, mulai dari telur bebek, lipstik, kue, obat- obatan, ikan kaleng, sampai mainan anak-anak, pernah menimbulkan kisah kematian karena mengandung zat racun. Produk China tampilannya bagus dan murah meriah, tetapi.... (Reuters/AFP/ppg)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau