Menhub: Kesiapan Angkutan Lebaran Cukup

Kompas.com - 22/09/2008, 01:03 WIB

BANDARLAMPUNG, SENIN - Menhub Jusman Syafii Djamal menilai kesiapan sarana dan prasarana transportasi maupun personil dalam menyiapkan angkutan Lebaran tahun 2008 sudah cukup baik dan memadai.

"Secara nasional kesiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun 2008 ini, sudah cukup baik dan memadai," kata Menhub, kepada wartawan, usai meninjau Terminal Induk Rajabasa dan Stasiun KA Tanjungkarang, di Bandarlampung, Minggu (21/9).

Menurut Jusman Syafii, kondisi berbagai jalan utama untuk transportasi darat pemudik Lebaran umumnya sudah diperbaiki. "Paling tidak, minimum semua jalan itu sudah fungsional sesuai dengan laporan dari Menteri Pekerjaan Umum," kata Menhub lagi.

Begitupula moda transportasi kereta api yang dinilainya sudah cukup memadai dan siap. "Kendati masih ada KA yang mengalami anjlok beberapa kali, semuanya telah dapat diatasi sehingga potensi KA akan anjlok lagi dapat diminimalkan," ujar Menhub.

Dia didampingi Dirjen Perkeretapian Dephub, Dirut PT KA, Sekdaprov Lampung, Kadis Perhubungan Lampung, dan Walikota Bandarlampueng itu pula.
   
Menhub menyebutkan, pada jalur perlintasan KA yang rawan anjlok itu telah disisir petugas yang secara khusus dikerahkan setiap hari,  sedikitnya 600 orang. Perlintasan KA yang tanpa palang pintu juga akan dijaga 600 orang personil yang dikerahkan pula untuk menjaganya. "Untuk kereta api, sekitar 93 persen kebutuhan penumpang angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan masih dapat diatasi," kata dia lagi.

Begitu pula untuk jalur transportasi laut dan udara yang menurut Menhub, relatif tidak menghadapi kendala dan umumnya telah siap untuk digunakan melayani pemudik maupun arus balik Lebaran nanti. "Insya Allah dengan manajemen yang baik, tahun ini angkutan lebaran akan berjalan dengan baik," kata Jusman pula.

Naik

Dephub memprediksi jumlah pemudik Lebaran tahun 2008 ini mencapai sekitar 15,8 juta orang dan kalau ditambah dengan pemudik yang berkendaraan pribadi dan pemudik bersepeda motor total mencapai sekitar 26 juta orang atau mengalami peningkatan sekitar 6,08 persen dibandingkan pemudik Lebaran tahun 2007 lalu.

Pemudik yang akan menggunakan armada angkutan umum sebanyak sekitar 15,8 juta orang, terbagi sebanyak 9 juta orang menggunakan angkutan darat, yaitu enam juta pemudik menggunakan bus umum dan tiga juta pemudik menggunakan sarana angkutan laut dan sungai (ASDP), tiga juta orang lainnya menggunakan kereta api, satu juta orang menggunakan kapal laut, dan sekitar 1,8 juta pemudik menggunakan jalur udara (pesawat udara). "Pemudik yang menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi mencapai sekitar 10-11 juta orang," kata Menhub lagi.
   
Para pemudik itulah, lanjut Menhub, akan menjadi target dan sasaran layanan selama arus mudik dan balik Lebaran tahun 2008 ini.

Menhub dan jajarannya dijadwalkan selama dua hari, Minggu-Senin berkunjung ke Lampung untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana angkutan Lebaran di sejumlah terminal, stasiun KA, pelabuhan laut, dan juga mengikuti Rakor dengan jajaran Pemdaprov Lampung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau