Lurah dan Camat di Jakpus Tidak Boleh Cuti Bersama

Kompas.com - 22/09/2008, 19:39 WIB

JAKARTA, SENIN - Cuti bersama menjelang hari Raya Idul Fitri 1429 H tidak berlaku untuk camat dan lurah se-Jakarta Pusat. Aparat pemerintahan ini diwajibkan tetap masuk kantor pada hari kerja seperti biasanya dan harus tetap siap siaga selama 24 jam melayani masyarakat.

Perintah itu datang dari Wali Kota Jakarta Pusat, Sylviana Murni saat Rapat Koordinasi Menjelang Lebaran di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Senin (22/9).

"Sesuai perintah dari pak gubernur, seluruh lurah dan camat harus tetap masuk kantor. Mereka harus tetap siaga selama 24 jam melayani masyarakat," tegas Sylviana.

Sebagai seorang pamong, kata Sylviana, sejak dilantik menjadi lurah dan camat mereka seharusnya menyadari jika dirinya bukan hanya milik keluarga. Akan tetapi milik masyarakat. Oleh karena itu, lanjut wali kota, sebagai seorang camat dan lurah mereka harus selalu siap memberikan pelayanan administrasi dan mengkoordinasikan pelayanan kesehatan dengan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di setiap kelurahannya.

"Tidak semua warga yang pulang mudik lebaran. Sebagian dari warga ada yang tetap tinggal di Jakarta. Jika mereka sewaktu-waktu sakit dan membutuhkan pelayanan administrasi seperti surat keterangan tidak mampu atau ada warga butuh surat lapor lantaran ada yang meninggal, mereka bisa tetap terlayani," kata Sylviana.

Selain memerintahkan lurah dan camat tidak boleh cuti bersama, Sylviana juga memerintahkan 33 Puskesmas kelurahan di Jakarta Pusat harus tetap buka dengan jumlah petugas lengkap.

Dalam rapat itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Masyarakat (Sudin Kesmas), dr Hakim mengatakan Puskesmas kelurahan hanya diliburkan pada saat hari Minggu serta Lebaran pertama dan kedua. Sementara Puskesmas di tingkat kecamatan tetap buka terutama bagian unit gawat daruratnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau